Bendera Amerika Serikat dan Iran berhadapan di tengah meningkatnya ketegangan menjelang pembicaraan nuklir krusial di Oman.(The Sunday Guardian).
JawaPos.com - Perundingan terkait nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dikabarkan mulai menemui titik terang. Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr Al-Busaidi, Jumat (27/2), menyatakan perundingan tersebut menyepakati kebijakan tanpa penimbunan uranium diperkaya, dengan pengurangan stok ke tingkat terendah dan konversi menjadi bahan bakar permanen di bawah verifikasi IAEA.
Al-Busaidi mengatakan kepada CBS bahwa dia yakin "kesepakatan perdamaian berada dalam jangkauan kita" jika diplomasi diberi "ruang yang dibutuhkan untuk mencapainya."
"Pencapaian terpenting, menurut saya, adalah kesepakatan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki bahan nuklir yang dapat menciptakan bom," kata Al-Busaididilansir dari Antara, Sabtu (28/2).
Dia menggambarkan pemahaman tersebut sebagai "sesuatu yang benar-benar baru" dibandingkan dengan kesepakatan nuklir sebelumnya yang dinegosiasikan di bawah mantan presiden AS Barack Obama.
Menlu Oman mengatakan negosiasi tersebut telah menghasilkan kesepakatan tentang "nol akumulasi, nol penimbunan, dan verifikasi penuh" oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), menyebutnya sebagai terobosan yang membuat argumen pengayaan "kurang relevan."
Mengenai persediaan yang ada di Iran, Al-Busaidi mengatakan bahwa "sekarang ada kesepakatan bahwa ini akan dicampur ke tingkat terendah yang mungkin... dan diubah menjadi bahan bakar, dan bahan bakar itu tidak dapat diubah lagi."
"Saya pikir kami telah mencapai kesepakatan tentang hal itu, menurut pandangan saya," tambahnya.
Al-Busaidi juga mengatakan bahwa jika kesepakatan tercapai, akan ada "verifikasi penuh dan komprehensif oleh IAEA," dan bahkan inspektur AS dapat memiliki akses "pada titik tertentu dalam proses" jika kesepakatan tersebut dihormati dan berkelanjutan dan stabil dalam jangka panjang.
Dia mengatakan komponen politik yang luas dari kesepakatan "dapat disepakati besok," dengan pembicaraan teknis dijadwalkan di Wina, sementara implementasi terkait persediaan, verifikasi, dan akses dapat diselesaikan dalam "90 hari."
"Saya rasa tidak ada alternatif selain diplomasi yang akan menyelesaikan masalah ini," katanya, seraya memperingatkan bahwa tindakan militer hanya akan "memperumit penyelesaian masalah ini dan menundanya."
Dalam beberapa pekan terakhir, AS telah memperkuat kehadiran militer di Teluk Persia dan memberi sinyal kemungkinan tindakan operasi militer untuk menekan Iran agar meninggalkan program nuklir dan rudalnya serta mengekang "sekutu regionalnya."
Tehran menuduh Washington dan Israel mengarang dalih untuk intervensi dan perubahan rezim, dan telah memperingatkan bahwa mereka akan menanggapi setiap serangan militer, bahkan jika terbatas, sambil bersikeras bahwa pencabutan sanksi harus menyertai setiap pembatasan pada program nuklirnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022