
Arsip Epstein Files yang dirilis Departemen Kehakiman AS (DOJ). (IlPost- AP Photo/Jon Elswick)
JawaPos.com — Rilis terbaru Epstein Files, kumpulan dokumen hasil penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), kembali memicu perhatian global setelah jutaan halaman arsip hukum, email, foto, dan kliping media dibuka untuk publik pada akhir Januari 2026.
Dokumen ini mencakup materi yang terkumpul selama dua dekade penyidikan kasus kejahatan seksual dan jaringan relasi Epstein, termasuk sejumlah referensi terhadap nama–nama tokoh dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dilansir dari sumber internasional ilpost.it yang menelaah dokumen Epstein Files, Sabtu (7/2/2026), kemunculan suatu nama dalam arsip tersebut tidak dapat serta-merta ditafsirkan sebagai keterlibatan dalam aktivitas kriminal.
Dalam banyak kasus, penyebutan nama beberapa tokoh besar lebih berkaitan dengan kliping pemberitaan, korespondensi bisnis, atau catatan administratif yang secara kebetulan tersimpan dalam kumpulan berkas penyidikan tersebut.
Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini daftar tokoh besar Indonesia yang namanya tercantum dalam dokumen, beserta konteks penyebutannya.
1. Hary Tanoesoedibjo — Pengusaha & Relasi Bisnis Global
Berdasarkan dokumen Epstein Files yang diakses Jawa Pos melalui situs resmi DOJ di website justice.gov/epstein serta laporan sejumlah media internasional, Hary Tanoesoedibjo, pengusaha terkemuka Indonesia sekaligus pendiri MNC Group, tercantum dalam salah satu arsip yang dirilis pemerintah AS.
Penyebutan namanya berkaitan dengan konteks hubungan bisnis global, antara lain laporan mengenai keterlibatannya dalam pengembangan hotel bermerek Trump di Amerika Serikat serta pembelian properti mewah di Beverly Hills, bukan dalam kaitan aktivitas kriminal Epstein.
2. Eka Tjipta Widjaja — Konglomerat & Catatan Transaksi Properti
Nama Eka Tjipta Widjaja, pendiri Grup Sinar Mas yang telah meninggal dunia, juga tercatat dalam arsip. Dokumen Epstein Files menunjukkan bahwa entitas yang terafiliasi dengan keluarga Widjaja membeli properti senilai USD 9,5 juta di Beverly Hills.
Transaksi tersebut tercatat semata-mata sebagai urusan bisnis properti dalam berkas penyidikan, bukan sebagai bukti keterlibatan dalam kasus Jeffrey Epstein.
Selain itu, sebuah dokumen menyebut bahwa pembelian itu adalah transaksi bisnis murni, dan tidak ada bukti lanjutan yang menunjukkan hubungan langsung dengan jaringan Epstein.
3. Joko Widodo — Presiden RI ke-7 dalam Arsip Berita Analitis
Nama Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) juga tercantum dalam beberapa dokumen Epstein Files. Namun, penyebutan tersebut bersifat referensial karena hanya berupa kliping berita serta analisis situasi politik Indonesia yang tersimpan sebagai bagian dari paket arsip penyidikan.
Berdasarkan dokumen Epstein Files dengan kode arsip EFTA01466396.pdf (DataSet 10) dan EFTA00871522.pdf (DataSet 9), nama Joko Widodo muncul dalam konteks analisis politik Indonesia menjelang Pemilu Presiden 2014.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
