
Ilustrasi vape or electric cigarette. (Pixabay/Antara)
JawaPos.com - Penyalahgunaan narkotika melalui rokok elektronik kembali menjadi sorotan dan semakin marak. Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo) menegaskan dukungannya kepada pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap peredaran vape ilegal sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba.
Di sisi lain, asosiasi meminta agar produk rokok elektronik legal yang telah memenuhi seluruh ketentuan tidak disamakan dengan produk ilegal yang beredar di luar pengawasan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional bertema Tata Kelola Peredaran Rokok Elektrik: Bahaya, Sinergi Pengawasan, dan Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dalam Rokok Elektrik yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Selasa (21/7).
Ketua Umum Arvindo Fachmi Kurnia Firmansyah Siregar mengatakan, seluruh pemangku kepentingan memiliki tujuan yang sama, yakni mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus menegakkan hukum tanpa mengorbankan keberlangsungan industri rokok elektronik yang telah mematuhi regulasi.
"Kami ingin bekerja sama dengan pemerintah dalam menekan jumlah penyalahgunaan narkotika. Kami juga mengharapkan agar kita bersama-sama menjaga industri legal yang telah taat pada aturan," ujar Fachmi.
Menurut dia, perbedaan antara produk legal dan ilegal harus menjadi dasar dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan. Produk rokok elektronik legal, kata dia, memiliki pita cukai resmi, izin usaha yang jelas, serta rantai distribusi yang terdokumentasi sehingga lebih mudah diawasi pemerintah dan aparat penegak hukum. Sebaliknya, produk ilegal beredar di luar sistem sehingga sulit dilacak.
"Kalau legal jelas izin usahanya ada, alamatnya ada, cukainya ada, rantai distribusinya terlihat karena terdata, diedukasi dan diperiksanya juga lebih mudah. Kalau ilegal sudah jelas channel-nya tertutup, kita enggak bisa tahu itu beredar di mana, yang pasti tanpa cukai dan sulit ditelusuri," kata Fachmi.
Fachmi juga mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Narkotika Nasional (BNN), tidak ditemukan kandungan narkotika pada liquid bercukai yang dijual di toko vape resmi. Menurut dia, penyalahgunaan justru ditemukan pada produk ilegal yang beredar melalui jalur distribusi tidak resmi.
"Hasil kelilingnya BNN melakukan pengecekan di toko-toko vape resmi, tidak ditemukan satu pun sampel mengandung narkoba di liquid yang bercukai dan bersegel. Kepala Lab BNN juga menyatakan tidak ditemukan satu pun liquid bercukai di toko resmi yang mengandung narkoba. Justru peredarannya adanya di klub-klub malam dan di channel-channel yang tidak diketahui keberadaannya," lanjut dia.
Meski demikian, Arvindo menegaskan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap risiko penggunaan rokok elektronik. Fachmi menyatakan nikotin tetap merupakan zat yang bersifat adiktif sehingga penggunaan vape bukan tanpa risiko kesehatan.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
