
Detik-detik pesawat angkatan udara Turki jatuh terekam kamera. (East2West)
JawaPos.com - Langit di atas perbatasan timur Georgia pada Selasa (11/11) sore waktu setempat berubah mencekam. Sebuah pesawat angkut militer C-130E Hercules milik Angkatan Udara Turki tiba-tiba terlihat kehilangan kendali, terpecah menjadi beberapa bagian di udara, sebelum tubuh utamanya berputar jatuh dengan sayap masih menempel dan menghantam tanah dengan keras.
Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik mengerikan saat pesawat itu jatuh dari ketinggian, diikuti ledakan besar dan gumpalan asap hitam pekat membumbung ke langit.
Di dalamnya terdapat 20 orang, termasuk awak dan personel militer Turki, yang tengah dalam perjalanan dari Ganja, Azerbaijan, menuju Turki.
Kronologi Penerbangan Terakhir TUAF543
Menurut data penerbangan dari Flightradar24, pesawat dengan kode panggilan TUAF543 itu lepas landas dari Bandara Internasional Ganja sekitar pukul 2:19 siang waktu setempat. Sekitar 30 menit kemudian, sinyal terakhir pesawat terekam pada pukul 2:49 siang (10:49 malam UTC).
Dalam catatan radar, C-130E itu sempat berbelok ke arah timur laut melintasi Waduk Mingechevir, kemudian naik hingga ketinggian 15.000 kaki, sebelum kembali berbelok ke arah barat laut dan akhirnya menuju wilayah udara Georgia.
Pesawat mencapai ketinggian jelajah 24.000 kaki pada pukul 10:41 UTC, hanya beberapa menit sebelum hilang dari pantauan radar.
Tak lama setelah itu, potongan video dari warga setempat menunjukkan pesawat tersebut sudah dalam kondisi terpecah di udara, bagian badan tengah dan sayap terlihat meluncur cepat ke tanah, disertai kilatan asap putih yang diduga berasal dari kebocoran bahan bakar. Beberapa detik kemudian, ledakan besar terdengar dari kejauhan.
Upaya Penyelamatan dan Respons Internasional
Otoritas Georgia melaporkan bahwa lokasi jatuhnya pesawat berada sekitar lima kilometer dari perbatasan Azerbaijan, di kawasan pegunungan yang sulit dijangkau. Tim penyelamat dan militer kedua negara langsung dikerahkan untuk mencapai titik jatuh pesawat.
“Pesawat kami yang mengalami kecelakaan membawa 20 personel, termasuk awak penerbangan. Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung,” ujar Kementerian Pertahanan Turki dalam pernyataan resminya, dikutip dari RFE/RL.
Presiden Recep Tayyip Erdogan turut menyampaikan duka mendalam dalam pidatonya di Ankara. “Insya Allah, kita akan melewati musibah ini dengan sekuat tenaga. Semoga arwah para syuhada kita diterima di sisi Tuhan,” katanya, seperti dilaporkan Reuters.
Dari Baku, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, sekutu utama Turki, juga mengirimkan ucapan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Turki atas tragedi tersebut.
Pesawat Tua yang Telah Dimodernisasi
Menurut data FlightGlobal, Angkatan Udara Turki hingga awal 2025 masih mengoperasikan 18 unit C-130 varian B dan E, pesawat angkut legendaris buatan Lockheed yang telah digunakan sejak beberapa dekade lalu.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
