
Presiden Donald Trump menyapa Presiden Indonesia Prabowo Subianto dalam pertemuan puncak untuk mendukung diakhirinya perang Israel-Hamas. (Foto AP/Evan Vucci, Pool).
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang sempat memuji Presiden Indonesia Prabowo Subianto di sela KTT ASEAN di Malaysia ternyata bukan sekadar basa-basi diplomatik.
Di balik sanjungan itu, Washington tampaknya sedang memainkan strategi halus untuk mendorong Indonesia menormalisasi hubungan dengan Israel, lewat dalih perdamaian Gaza.
Trump secara terbuka menyebut nama Prabowo saat berbicara tentang 'hari baru bagi Timur Tengah'.
“Saya ingin berterima kasih kepada Malaysia, Brunei, dan sahabat saya Presiden Prabowo dari Indonesia atas dukungan luar biasa mereka dalam mewujudkan hari baru bagi Timur Tengah,” ujar Trump.
Namun, menurut sejumlah pejabat Gedung Putih, dukungan yang dimaksud bukan semata soal gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Trump disebut melihat momentum Gaza sebagai pintu masuk bagi proyek geopolitik yang lebih besar: memperluas jangkauan diplomasi pro-Israel ke negara-negara Muslim, termasuk Indonesia.
Sumber di Gedung Putih yang dikutip media AS menyebut, pemerintahan Trump percaya bahwa terciptanya kesepakatan damai di Gaza bisa membuka jalan bagi Indonesia, bersama Arab Saudi, untuk menormalisasi hubungan dengan Israel.
Langkah itu menjadi bagian dari kelanjutan proyek Abraham Accords, kesepakatan diplomatik yang sebelumnya berhasil menjembatani hubungan Israel dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko.
Dengan reputasi sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia dipandang memiliki nilai simbolik yang tinggi.
“Trump ingin menunjukkan bahwa bahkan negara dengan populasi Muslim terbesar pun bisa berdamai dengan Israel, itu akan jadi kemenangan politik besar baginya,” ujar seorang analis Timur Tengah di Washington.
Namun, Jakarta menegaskan tidak akan mengubah sikapnya terhadap Israel.
“Setiap visi terkait Israel harus dimulai dengan pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang mengutip via APNews.
Pernyataan ini menjadi tamparan diplomatik bagi Washington, yang berulang kali berusaha menarik Indonesia ke orbit politik Timur Tengah versi AS, sebuah pendekatan yang kerap mengabaikan penderitaan rakyat Palestina.
Di balik retorika perdamaian, Trump juga disebut menyiapkan 'hadiah ekonomi' bagi Indonesia.
Dukungan AS terhadap ambisi Indonesia untuk bergabung dengan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), serta investasi besar di sektor nikel dan rare earths, disebut bisa menjadi alat tawar.
Daniel Shapiro, mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, menyebut gaya diplomasi Trump sangat transaksional.
“Jika Indonesia menginginkan sesuatu dari AS, entah itu pengurangan tarif, kerja sama dagang, atau keamanan, Trump bisa menukarnya dengan dukungan politik,” ujarnya.
Langkah itu dinilai sebagai bentuk tekanan halus yang dikemas dalam diplomasi ekonomi, di mana isu Gaza dijadikan alat legitimasi moral bagi Washington untuk memperluas pengaruhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022