
Ilustrasi Pizza Hut. (Istimewa)
JawaPos.com – Kabar kurang menyenangkan datang dari jaringan restoran cepat saji ternama Pizza Hut di Inggris. Perusahaan tersebut dikabarkan akan menutup 68 restoran dan 11 lokasi pengiriman yang berdampak langsung pada 1.210 karyawan kehilangan pekerjaan.
Langkah drastis ini terjadi setelah operator restoran Pizza Hut di Inggris, DC London Pie Limited, resmi memasuki tahap administrasi. Keputusan tersebut diumumkan oleh FTI Consulting, pihak yang ditunjuk sebagai administrator resmi pada Senin (28/10) waktu setempat.
Namun, di tengah kabar buruk itu, masih ada secercah harapan. Melalui skema administrasi pra-kemasan atau pre-pack administration, pemilik global Pizza Hut, yaitu Yum! Brands.
Perusahaan itu merupakan raksasa perhotelan asal Amerika Serikat telah berhasil menyelamatkan 64 restoran di Inggris. Dengan langkah ini, sekitar 1.276 lapangan kerja berhasil dipertahankan.
“Akuisisi yang ditargetkan ini bertujuan untuk menjaga pengalaman tamu kami dan melindungi lapangan pekerjaan jika memungkinkan,” ujar Direktur Pelaksana Pasar Operasional Internasional Yum! Brands, Nicolas Burquier.
Lebih lanjut, Burquier menegaskan bahwa prioritas utama perusahaan adalah memastikan kelangsungan operasional restoran yang diakuisisi, sekaligus memberikan dukungan penuh kepada para pekerja selama masa transisi.
Langkah penyelamatan ini diharapkan dapat menjaga loyalitas pelanggan dan mencegah dampak sosial yang lebih besar. Keputusan memasuki tahap administrasi ini disebut-sebut sebagai upaya terakhir untuk menjaga kelangsungan bisnis di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.
Industri perhotelan dan makanan di Inggris memang tengah menghadapi kenaikan biaya operasional yang signifikan, mulai dari upah staf yang meningkat hingga kontribusi jaminan sosial karyawan yang lebih tinggi.
Di sisi lain, daya beli masyarakat Inggris juga terus melemah. Banyak konsumen kini memilih untuk mengurangi makan di luar rumah karena kondisi ekonomi yang menekan, termasuk inflasi tinggi dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Hal itu berimbas pada menurunnya pendapatan berbagai jaringan restoran besar, termasuk Pizza Hut.
Situasi sulit ini bukan hanya dialami Pizza Hut, tapi juga mencerminkan tantangan luas yang sedang menghantam sektor kuliner dan perhotelan di Inggris. Banyak pelaku usaha yang kini tengah berjuang keras untuk bertahan di tengah persaingan ketat dan perubahan perilaku konsumen pascapandemi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
