Larry Ellison, pendiri Oracle Corporation dan salah satu orang terkaya di dunia, tengah mengarahkan investasinya untuk membangun pusat riset global di Oxford.
JawaPos.com — Pendiri Oracle Corporation, Larry Ellison, kembali mencuri perhatian dunia bisnis dan teknologi setelah mengumumkan rencana investasi senilai lebih dari £10 miliar (sekitar Rp 221 triliun, dengan kurs Rp 22.130 per £1) di kota Oxford, Inggris.
Langkah besar ini tidak hanya mempertegas ambisi pribadi Ellison dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menandai babak baru bagi Inggris dalam upayanya memperkuat posisi sebagai pusat sains global.
Investasi tersebut akan dikucurkan melalui lembaga riset miliknya, Ellison Institute of Technology (EIT), yang tengah membangun kompleks penelitian berskala internasional di kawasan Oxford Science Park.
EIT menyatakan bahwa proyek ini akan merekrut ribuan ilmuwan yang fokus pada bidang ilmu kedokteran, biologi generatif, kecerdasan buatan, robotika, serta ketahanan pangan. Dalam pernyataannya, EIT menyebut, “Kami memperkirakan akan mengalokasikan lebih dari £10 miliar selama sepuluh tahun ke depan untuk mendukung pengembangan talenta dan program ilmiah.”
Melansir The Telegraph, Sabtu (25/10/2025), kompleks penelitian tersebut diproyeksikan membuka lapangan kerja bagi hingga 7.000 orang, sekaligus menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi kawasan Oxford–Cambridge. Rencana ini memperluas investasi awal senilai £1,9 miliar yang telah diumumkan sebelumnya, dan dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada 2027.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves, menilai langkah Ellison sebagai bukti nyata meningkatnya daya tarik Inggris di mata investor global.
Dia menyatakan, “Investasi ini merupakan bentuk kepercayaan besar terhadap Oxford sebagai pusat sains dan inovasi dunia, serta menunjukkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan lembaga kelas dunia seperti Ellison Institute dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Komitmen tersebut juga menjadi bagian dari strategi ekonomi yang tengah digencarkan pemerintah Inggris untuk mendorong investasi sektor swasta. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah mengumumkan sejumlah inisiatif, termasuk pemangkasan biaya birokrasi bisnis sebesar £6 miliar, serta pembentukan kelompok investasi “Sterling 20” guna memperkuat koordinasi pembiayaan strategis nasional.
Namun, investasi besar yang digagas Ellison ini hadir di tengah ketidakpastian yang melanda industri sains Inggris. Sejumlah perusahaan farmasi multinasional, seperti Merck & Co. dan AstraZeneca, sebelumnya membatalkan proyek ekspansi bernilai miliaran poundsterling akibat lemahnya dukungan terhadap sektor ilmu hayati.
Dalam pernyataannya bulan lalu, pihak Merck & Co menyebut keputusan tersebut diambil karena “minimnya investasi pemerintah di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian.” Keputusan serupa juga diambil oleh AstraZeneca, yang menunda rencana pengembangan fasilitas riset senilai £200 juta di Cambridge.
Sementara itu, Pemerintah Inggris memandang inisiatif ini sebagai bagian integral dari kebangkitan kawasan Oxford–Cambridge Corridor, yang disebut-sebut berpotensi menjadi “Silicon Valley versi Inggris”. Reeves menambahkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan £120 juta untuk pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut, termasuk pembukaan kembali jalur kereta Cowley yang telah ditutup selama enam dekade.
memperkuat riset ilmiah, EIT juga menjalin kemitraan jangka panjang dengan Universitas Oxford untuk mengembangkan program doktoral, beasiswa internasional, dan fasilitas penelitian bersama. Kolaborasi ini diyakini akan mempercepat transfer pengetahuan dan menciptakan ekosistem inovasi berkelas dunia.
Menteri Sains Inggris, Lord Vallance, menegaskan bahwa investasi besar dari Ellison dapat menjadi titik balik bagi sektor teknologi Inggris. Dia mengatakan, “Wilayah ini memiliki semua unsur untuk menjadi Silicon Valley-nya Inggris—tempat di mana inovasi kelas dunia bertransformasi menjadi pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat bagi seluruh negeri.”

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
