
Ilustrasi: Israel mencegat bantuan kemanusiaan ke Gaza oleh Global Flotilla Sumud. (GSF).
JawaPos.com - Israel menegaskan akan mendeportasi puluhan aktivis internasional yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla, setelah armada solidaritas yang membawa sekitar 45 kapal dicegat saat menuju Gaza. Di antara yang ditahan terdapat aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, hingga Mandla Mandela, cucu Nelson Mandela.
Pemerintah Israel menyatakan seluruh penumpang flotilla akan dipindahkan ke Eropa melalui prosedur deportasi. Namun, hingga kini otoritas belum menyebutkan negara tujuan mereka.
Melansir France24, foto Thunberg dan para aktivis yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri Israel di media sosial X justru memicu kritik, dianggap sebagai upaya propaganda untuk membenarkan tindakan blokade.
Sebagian besar kapal yang dihentikan kini berlabuh di Pelabuhan Ashdod. Menteri Luar Negeri Yunani George Gerapetritis memastikan tidak ada kekerasan, namun 11 warga Yunani melakukan mogok makan sebagai protes atas apa yang mereka sebut sebagai 'penahanan ilegal' oleh otoritas Israel.
Rencana deportasi ini langsung menuai kecaman internasional. Amnesty International menyebut pencegatan sekaligus pemulangan paksa para aktivis sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan berekspresi dan solidaritas kemanusiaan. Hamas bahkan melabeli tindakan Israel sebagai 'piracy dan terorisme maritim'.
Beberapa negara Eropa bereaksi keras. Spanyol memanggil duta besar Israel di Madrid dan meluncurkan investigasi atas dugaan pelanggaran HAM. Italia, meski warganya turut berada di kapal, mengambil sikap berbeda: Perdana Menteri Giorgia Meloni menilai aksi flotilla tidak membawa manfaat bagi rakyat Palestina.
Di belahan dunia lain, Kolombia mengumumkan akan mengusir semua diplomat Israel sebagai bentuk protes atas penangkapan dan deportasi aktivis. Turki juga mengecam keras, menyebut tindakan Israel sebagai 'terorisme negara' dan membuka penyelidikan setelah sejumlah warganya ditahan di laut.
Gelombang solidaritas semakin terasa di jalanan. Italia dilanda demonstrasi besar di Roma dan Napoli, termasuk aksi mogok kerja nasional. Dukungan publik meluas, mengingat flotilla ini sejak awal dipersepsikan sebagai simbol perlawanan sipil terhadap blokade Gaza, yang oleh PBB disebut telah memicu krisis kelaparan.
Keputusan Israel untuk mendeportasi aktivis justru membuka pertanyaan lebih besar: apakah langkah ini sekadar strategi keamanan, atau justru cara membungkam kritik internasional atas perang di Gaza?
Dengan nama-nama besar seperti Greta Thunberg dan Mandla Mandela ikut terseret, deportasi ini dipastikan akan memperkuat sorotan global terhadap kebijakan Israel.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
