
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (REUTERS).
JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menunjukkan sikap menantang dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB, Jumat (26/9).
Dikelilingi protes dan kritik tajam, Netanyahu bersumpah bahwa Israel “harus menuntaskan pekerjaan” melawan Hamas di Gaza, meski tekanan internasional untuk mengakhiri perang semakin meluas.
Pidato itu berlangsung di tengah aksi walkout massal puluhan delegasi dari berbagai negara, yang meninggalkan ruangan saat Netanyahu naik ke podium.
Namun, delegasi Amerika Serikat (AS) tetap bertahan di kursi mereka. Kanada, yang dikecam banyak pihak karena sikap moderatnya, juga memilih tidak ikut serta dalam aksi keluar ruangan.
Kursi perwakilan negara-negara besar seperti AS dan Inggris pun tidak diisi pejabat tinggi. Hanya diplomat level menengah yang hadir, menandakan menurunnya bobot diplomasi Barat dalam mendukung Netanyahu secara terbuka.
Netanyahu memanfaatkan panggung dunia itu untuk menyerang balik negara-negara Barat yang belakangan mengakui kemerdekaan Palestina, termasuk Australia, Kanada, Prancis, dan Inggris.
“Keputusan memalukan kalian hanya akan mendorong terorisme terhadap orang Yahudi dan orang tak bersalah di seluruh dunia,” tegasnya dikutip via CBC.
Dengan gaya khasnya, Netanyahu kembali menggunakan alat bantu visual. Ia mengangkat peta bertajuk “The Curse”, mencoretinya dengan spidol, bahkan menyematkan QR code di jasnya sembari melontarkan pertanyaan retoris kepada audiens.
Cara teatrikal ini bukan hal baru, namun kali ini justru dipandang sebagai upaya dramatis untuk mengalihkan perhatian dari kritik dunia. Pidatonya datang di saat Israel menghadapi tuduhan serius di ranah internasional.
Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, sementara Mahkamah Internasional (ICJ) tengah menyidangkan gugatan Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan genosida di Gaza.
Selain itu, Uni Eropa tengah mempertimbangkan sanksi dagang terhadap Israel, sementara sidang PBB bulan ini mengesahkan resolusi non-mengikat yang mendesak pembentukan negara Palestina merdeka, gagasan yang terus ditolak Netanyahu.
Di balik pidato kerasnya, Netanyahu menghadapi kenyataan pahit: Israel semakin terisolasi di panggung global, menghadapi ancaman sanksi, tekanan diplomatik, serta tuduhan kejahatan perang.
Namun, alih-alih meredam konflik, ia memilih mengobarkan narasi perang dengan menyatakan Israel tidak akan pernah “menyerah pada tekanan.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022