Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 20.54 WIB

Netanyahu Tantang Tekanan Global di PBB, Tetap Kukuh Perang Gaza Meski Terancam Isolasi Internasional

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (REUTERS). - Image

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (REUTERS).

JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menunjukkan sikap menantang dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB, Jumat (26/9). 

Dikelilingi protes dan kritik tajam, Netanyahu bersumpah bahwa Israel “harus menuntaskan pekerjaan” melawan Hamas di Gaza, meski tekanan internasional untuk mengakhiri perang semakin meluas.

Pidato itu berlangsung di tengah aksi walkout massal puluhan delegasi dari berbagai negara, yang meninggalkan ruangan saat Netanyahu naik ke podium. 

Namun, delegasi Amerika Serikat (AS) tetap bertahan di kursi mereka. Kanada, yang dikecam banyak pihak karena sikap moderatnya, juga memilih tidak ikut serta dalam aksi keluar ruangan.

Kursi perwakilan negara-negara besar seperti AS dan Inggris pun tidak diisi pejabat tinggi. Hanya diplomat level menengah yang hadir, menandakan menurunnya bobot diplomasi Barat dalam mendukung Netanyahu secara terbuka.

Netanyahu memanfaatkan panggung dunia itu untuk menyerang balik negara-negara Barat yang belakangan mengakui kemerdekaan Palestina, termasuk Australia, Kanada, Prancis, dan Inggris.

“Keputusan memalukan kalian hanya akan mendorong terorisme terhadap orang Yahudi dan orang tak bersalah di seluruh dunia,” tegasnya dikutip via CBC.

Dengan gaya khasnya, Netanyahu kembali menggunakan alat bantu visual. Ia mengangkat peta bertajuk “The Curse”, mencoretinya dengan spidol, bahkan menyematkan QR code di jasnya sembari melontarkan pertanyaan retoris kepada audiens. 

Cara teatrikal ini bukan hal baru, namun kali ini justru dipandang sebagai upaya dramatis untuk mengalihkan perhatian dari kritik dunia. Pidatonya datang di saat Israel menghadapi tuduhan serius di ranah internasional. 

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, sementara Mahkamah Internasional (ICJ) tengah menyidangkan gugatan Afrika Selatan yang menuduh Israel melakukan genosida di Gaza.

Selain itu, Uni Eropa tengah mempertimbangkan sanksi dagang terhadap Israel, sementara sidang PBB bulan ini mengesahkan resolusi non-mengikat yang mendesak pembentukan negara Palestina merdeka, gagasan yang terus ditolak Netanyahu.

Di balik pidato kerasnya, Netanyahu menghadapi kenyataan pahit: Israel semakin terisolasi di panggung global, menghadapi ancaman sanksi, tekanan diplomatik, serta tuduhan kejahatan perang. 

Namun, alih-alih meredam konflik, ia memilih mengobarkan narasi perang dengan menyatakan Israel tidak akan pernah “menyerah pada tekanan.”

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore