Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 September 2025 | 01.04 WIB

Donald Trump Menuntut Penyelidikan atas 3 Dugaan Sabotase di Markas Besar PBB

Presiden AS Donald Trump bersama istrinya saat menaiki eskalator di Gedung PBB, New York. (dok NY Mag)

JawaPos.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut dilakukan penyelidikan atas dugaan tiga sabotase yang ia klaim terjadi selama kunjungannya ke markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mengutip Al Jazeera, dalam unggahan di media sosial pada Rabu (24/9/2025), Trump menyebut telah mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Ia menuntut investigasi terkait tiga insiden berbeda yang melibatkan eskalator, teleprompter, serta gangguan suara di kantor pusat PBB di New York.

Salah satu insiden terjadi tepat sebelum pidatonya di Majelis Umum PBB, Selasa (23/9/2025). Saat itu, Trump dan Ibu Negara Melania Trump terpaksa menggunakan tangga setelah eskalator yang mereka naiki tiba-tiba berhenti beberapa detik setelah melangkah.

Trump sempat menyinggung kejadian tersebut dengan nada bercanda dalam pidatonya, menyebut eskalator dan teleprompter yang digunakannya “bermasalah”.

Namun sehari kemudian, Trump mengubah nada pernyataannya. Ia menilai insiden itu sebagai “tiga peristiwa jahat” dan menyebut Dinas Rahasia AS kini turun tangan menyelidikinya.

“Sungguh luar biasa, Melania dan saya tidak terjatuh menimpa tepi tangga baja yang tajam. Kami hanya bisa selamat karena berpegangan kuat pada pegangan tangan. Kalau tidak, itu bisa jadi bencana,” tulis Trump.

Ia menyebut kejadian tersebut benar-benar sabotase, sambil merujuk pada laporan The Sunday Times yang menyatakan staf PBB pernah bercanda soal mematikan eskalator demi mempermalukannya.

“Pelakunya harus ditangkap!” tegas Trump. Ia juga mengklaim sistem suara mati saat pidatonya, membuat hadirin tidak bisa mendengar tanpa bantuan perangkat penerjemah.

Mike Waltz, Duta Besar AS untuk PBB, mendukung tuntutan Trump agar penyelidikan segera dilakukan. Ia menilai insiden itu tidak dapat diterima, menunjukkan adanya kelemahan institusi, sekaligus menimbulkan risiko serius bagi keselamatan dan keamanan.

Hingga kini, PBB belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim terbaru Trump.

Sehari sebelumnya, juru bicara PBB Stephane Dujarric menyatakan kerusakan eskalator kemungkinan disebabkan oleh videografer dari delegasi Trump yang tidak sengaja menekan tombol darurat.

Sementara itu, juru bicara PBB lainnya, Farhan Aziz Haq, menjelaskan teleprompter yang dipakai merupakan milik tim Trump, sehingga pertanyaan terkait sebaiknya dialamatkan ke Gedung Putih. (*) 

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore