
Mantan Presiden AS Barack Obama tanggapi program Jimmy Kimmel Live! yang distop. (Instagram/barackobama)
JawaPos.com - Stasiun televisi ABC resmi menghentikan tayangan Jimmy Kimmel Live! hingga waktu yang belum ditentukan.
Keputusan diambil setelah komentar sang pembawa acara, Jimmy Kimmel, soal pembunuhan aktivis konservatif Charlie Kirk.
Komentar Jimmy kemudian menjadi kontroversi dan memicu penolakan dari salah satu pemilik jaringan TV terbesar di AS, Nexstar Media.
Dilansir dari Variety (21/9), dalam monolognya, Kimmel menyebut bahwa "geng MAGA" (Kubu Trump) mencoba mengambil keuntungan politik dari kematian Kirk.
Ia juga menyindir Presiden Donald Trump yang dianggap mengalihkan jawaban soal kematian Kirk dengan membicarakan pembangunan ballroom baru di Gedung Putih.
Kirk, pendiri organisasi konservatif Turning Point USA dan pendukung setia Donald Trump, ditembak mati pada 10 September di Utah Valley University. Tiga hari kemudian, pelaku penembakan berhasil ditangkap otoritas setempat.
Di tengah pro dan kontra, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menyambut baik langkah pengentian penayangan acara Jimmy Kimmel Live!, bahkan menyebutnya sebagai kabar baik.
“Kabar baik untuk Amerika, Acara Jimmy Kimmel yang ratingnya dipertanyakan telah distop. Selamat kepada ABC karena akhirnya berani melakukan apa yang seharusnya dilakukan,” tulis Trump di media sosial Truth Social, Rabu (17/9).
Langkah ABC ini pun tidak luput dari kritikan kelompok pendukung kebebasan berpendapat. Bahkan mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, turut angkat bicara menanggapi masalah ini.
“Setelah bertahun-tahun mengeluhkan soal cancel culture, pemerintahan saat ini justru membawanya ke tingkat yang lebih berbahaya, dengan rutin mengancam akan menjatuhkan sanksi regulasi kepada perusahaan media, kalau tidak, mereka membungkam atau memecat jurnalis dan komentator yang tidak mereka sukai,” tulis Obama di media sosial X, Kamis (18/9).
“Inilah bentuk tekanan dari pemerintah yang sebenarnya ingin dicegah oleh Amandemen Pertama dan sudah saatnya perusahaan media berhenti menyerah dan mulai berani bersuara,” tambahnya.
Senada dengan Obama, kelompok pegiat kebebasan berpendapat American Civil Liberties Union (ACLU) menuding penangguhan program Kimmel sebagai bentuk tekanan politik.
“Jimmy Kimmel adalah target terbaru dari rencana inkonstitusional pemerintahan Trump untuk membungkam kritik dan mengendalikan apa yang ditonton publik,” ujar direktur ACLU yang dikutip via newsweek.com (21/9).
Jimmy Kimmel Live! merupakan salah satu program late night terpopuler di Amerika. Program ini telah mengudara sejak 2003.
Jimmy Kimmel Live! memiliki ciri khas monolog satir, segmen komedi, hingga wawancara selebritas yang tengah jadi sorotan. Acara ini berkembang bukan hanya sebagai program hiburan, tapi jadi penentu pembicaraan publik Amerika Serikat. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
