
Satelit Starlink melintas di langit malam, menggambarkan dominasi jaringan orbit rendah yang kini coba disaingi Rusia melalui proyek satelit Roscosmos (Dok. Reuters)
JawaPos.com - Rusia menegaskan ambisinya untuk menantang dominasi teknologi satelit global dengan mengembangkan pesaing Starlink milik Elon Musk.
Kepala Badan Antariksa Rusia (Roscosmos), Dmitry Bakanov, menyebut proyek ini bergerak cepat sebagai bagian dari strategi keluar dari pola pikir lama yang membuat Moskwa tertinggal dalam perlombaan antariksa modern.
Dilansir dari Reuters, Kamis (18/9/2025), Kepala Badan Antariksa Rusia (Roscosmos) yang baru, Dmitry Bakanov, menegaskan bahwa proyek satelit internet ini menjadi bagian dari strategi modernisasi industri ruang angkasa Rusia.
Upaya itu juga dimaksudkan untuk menandingi dominasi jaringan satelit internasional, terutama Starlink milik SpaceX, yang saat ini menguasai pasar dengan lebih dari 8.000 satelit orbit rendah dan banyak dimanfaatkan di wilayah terpencil maupun zona konflik, termasuk oleh militer Ukraina.
Dalam wawancara dengan pembawa acara televisi Rusia, Vladimir Solovyov, Bakanov menekankan perlunya Roscosmos keluar dari budaya "inertia" atau sikap stagnan yang membuat inovasi berjalan lamban.
Dia menjelaskan bahwa sejumlah satelit uji yang ditempatkan di orbit rendah Bumi telah dievaluasi, dan rancangan produksinya kini dimodifikasi untuk memperbaiki kinerja.
"Kami bergerak dengan kecepatan yang pesat dalam pengembangan ini," ujar Bakanov, menegaskan keseriusan Rusia dalam mengejar ketertinggalan.
Upaya ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga bentuk koreksi atas kesalahan masa lalu. Bakanov mengingatkan bagaimana Rusia pernah meremehkan Musk pada 2002 ketika dia berniat membeli rudal balistik antarbenua di Moskwa untuk keperluan peluncuran luar angkasa.
"Kami belajar dari pengalaman, termasuk ketika upaya Musk dulu dianggap tidak kredibel. Padahal justru dari situlah lahir cara untuk menekan biaya peluncuran yang akhirnya merugikan Rusia sendiri," lanjutnya.
Proyek satelit internet Rusia saat ini dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan Bureau 1440. Sistem satelit orbit rendah itu ditargetkan mampu menyediakan layanan data broadband global, yang diharapkan bisa menyaingi jangkauan Starlink.
Rusia sejatinya memiliki sejarah panjang dalam eksplorasi luar angkasa. Uni Soviet adalah pihak pertama yang meluncurkan satelit ke orbit Bumi dengan Sputnik 1 pada 1957, serta mengirim kosmonot Yuri Gagarin sebagai manusia pertama yang terbang ke luar angkasa pada 1961. Namun, setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991, sektor ini terpukul akibat kekurangan dana, korupsi, dan lemahnya manajemen.
Kendati demikian, sejumlah kegagalan masih membayangi. Pada Agustus 2023, misi Luna-25 tanpa awak berakhir tragis ketika menabrak permukaan bulan saat hendak mendarat. Insiden ini dipandang sebagai pukulan besar bagi ambisi Moskwa kembali menegaskan perannya di ruang angkasa.
Bakanov, yang sebelumnya memimpin perusahaan komunikasi satelit Gonets, kini membawa pendekatan baru dengan menekankan pentingnya regenerasi talenta. "Kami harus menarik lebih banyak generasi muda untuk membawa energi segar ke dalam industri ini," ungkapnya.
Dengan proyek alternatif Starlink ini, Rusia berupaya mengembalikan posisi strategisnya dalam kompetisi ruang angkasa global, sekaligus memperlihatkan bahwa dominasi teknologi tidak hanya bisa ditentukan oleh satu pemain.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
