
Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Nepal, Sushila Karki. (Setopati.com)
JawaPos.com - Para demonstran dari generasi “Gen Z” di Nepal menyampaikan dukungan agar mantan Ketua Mahkamah Agung perempuan pertama di negara itu ditunjuk sebagai pemimpin sementara di tengah krisis politik yang sedang berlangsung.
Mereka juga mendesak pembubaran parlemen pada Kamis (11/9/2025), hanya dua hari setelah aksi protes besar yang menelan korban jiwa dan memaksa perdana menteri mengundurkan diri.
Menurut Reuters, Sushila Karki, 73 tahun, yang pada 2016 mencatat sejarah sebagai perempuan pertama yang menjabat Ketua Mahkamah Agung Nepal dan kini sudah pensiun, muncul sebagai kandidat kuat untuk memimpin sementara negara Himalaya tersebut.
Nepal yang berada di antara India dan Tiongkok kini menempatkan nama Sushila Karki sebagai usulan resmi para pemimpin aksi protes kepada presiden dan pihak militer.
Dalam laporan Reuters, salah seorang perwakilan massa, Ojaswi Raj Thapa, menegaskan kepada wartawan bahwa mereka berkomitmen membubarkan parlemen.
"Kami akan membubarkan parlemen. Kami tidak berusaha menghapus konstitusi. Mungkin perlu ada beberapa perubahan, tetapi kami tidak bermaksud meniadakan konstitusi," ujar Thapa.
Aksi ini, yang populer disebut protes "Gen Z" karena mayoritas pesertanya adalah remaja hingga usia awal 20-an, memicu pergolakan politik paling serius di Nepal dalam beberapa tahun terakhir.
Situasi itu membuat K.P. Sharma Oli memilih mundur sebagai perdana menteri pada Selasa (9/9/2025), sehari setelah 19 pengunjuk rasa dilaporkan tewas dalam bentrokan.
Data Kementerian Kesehatan Nepal kemudian menyebutkan jumlah korban jiwa meningkat menjadi 34 orang, sementara lebih dari 1.300 lainnya mengalami luka-luka.
Tentara tetap berjaga di jalan-jalan sepi Kota Kathmandu pada Kamis, dengan sekolah, perguruan tinggi, dan toko-toko masih tutup. Beberapa layanan penting mulai kembali berjalan.
Salah satu sumber anonim kepada Reuters menyebutkan bahwa Sushila Karki bersedia menjadi pemimpin sementara, namun masih dicari jalur konstitusional yang tepat untuk penunjukannya.
Media Nepal melaporkan Sushila Karki telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Ramchandra Paudel serta Panglima Militer Ashok Raj Sigdel.
Paudel mengatakan ia sedang berupaya menyelesaikan “situasi sulit” tersebut dalam bingkai konstitusi, menjaga demokrasi, serta menegakkan ketertiban dan perdamaian.
"Saya mengimbau semua pihak percaya bahwa solusi tengah diusahakan sesegera mungkin untuk merespons tuntutan rakyat sekaligus menjaga ketenangan dan ketertiban di negara ini," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Sushila Karki Dipandang Sebagai Sosok Berani

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
