Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 18.19 WIB

Kapal Flotilla Pembawa Bantuan ke Gaza Terbakar di Tunisia, Diduga Diserang Drone

Tangkapan layar kapal GSF dilaporkan diserang drone di laut Tunisia. (Instagram/GSF). - Image

Tangkapan layar kapal GSF dilaporkan diserang drone di laut Tunisia. (Instagram/GSF).

JawaPos.com - Sebuah kapal dalam rombongan flotilla kemanusiaan yang berlayar menuju Gaza dilaporkan mengalami insiden kebakaran di perairan Tunisia pada Senin malam (8/9). 

Organisasi penyelenggara, Global Sumud Flotilla (GSF), menyebut kapal itu terkena serangan drone tak dikenal, sementara otoritas Tunisia menegaskan tidak ada jejak pesawat nirawak di wilayah mereka.

Flotilla tersebut membawa aktivis pro-Palestina dan bantuan kemanusiaan, berlayar menantang blokade Israel atas Gaza. Kapal tiba di Tunisia akhir pekan lalu dan berlabuh sekitar 50 mil dari Pelabuhan Sidi Bou Said ketika insiden terjadi.

“GSF mengonfirmasi salah satu kapal utama diserang oleh benda yang diduga drone,” tulis penyelenggara di media sosial. Namun mereka memastikan tidak ada korban luka. Api yang muncul segera dipadamkan oleh kru sebelum meluas.

Jurnalis AFP yang tiba di lokasi menyebut api berasal dari bagian kapal tempat pelampung keselamatan disimpan. Dugaan itu diperkuat otoritas Tunisia. Jubir Garda Nasional, Houcem Eddine Jebabli, mengatakan penyelidikan masih berjalan tetapi “tidak ada drone yang terdeteksi.”

Menurut temuan awal, kebakaran bisa saja dipicu oleh rokok yang dibuang sembarangan. Garda Nasional bahkan menyebut laporan serangan drone sebagai klaim yang “sepenuhnya tidak berdasar.”

GSF sendiri menegaskan bahwa flotilla bersifat independen, tidak terafiliasi dengan pemerintah maupun partai politik manapun. Nama 'Sumud' diambil dari bahasa Arab yang berarti keteguhan atau ketahanan.

Meski dibantah, dalam beberapa posting-an di akun Instagram resmi GSF, juga bisa dilihat detik-detik yang merekam kapal tersebut tampak seperti mendapat serangan udara. Bongkahan api terlihat turun dari ketinggian dan mendarat di kapal kemudian disertai suara ledakan.

Flotilla kali ini menarik perhatian publik setelah aktivis iklim Greta Thunberg turut serta. Ia sebelumnya sempat menyampaikan dukungan bagi kampanye pro-Palestina di Tunisia, sehari sebelum insiden kebakaran terjadi.

Ini bukan kali pertama upaya pengiriman bantuan laut ke Gaza digagalkan. Israel sebelumnya sudah memblokir dua upaya serupa pada Juni dan Juli lalu. Padahal, kondisi kemanusiaan di Gaza kian memburuk. 

PBB telah menyatakan status kelaparan di sejumlah wilayah, dengan lebih dari 500.000 warga menghadapi situasi yang digolongkan 'katastrofik'.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore