Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 18.18 WIB

Israel Hancurkan Gedung Tinggi Kedua di Gaza, Warga: Ke Mana Pun Kami Pergi, Kematian Mengikuti

Ilustrasi serangan Israel menghancurkan gedung-gedung di Gaza. (X/Middle East Eye).

JawaPos.com-Serangan udara Israel kembali meratakan sebuah menara tinggi di Gaza City pada Sabtu (6/9), hanya sehari setelah menghancurkan gedung serupa. Aksi ini mempertegas eskalasi serangan menjelang rencana ofensif darat besar-besaran, meski tekanan internasional kian kuat agar perang dihentikan.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya 56 warga Palestina tewas dalam serangan terbaru, termasuk 19 orang yang sedang mengantre bantuan makanan. 

Angka ini menambah daftar panjang korban jiwa dalam perang hampir dua tahun yang disebut telah menewaskan lebih dari 63.000 warga Palestina, mayoritas perempuan dan anak-anak. Jumlah itu belum termasuk ribuan korban yang masih terkubur di bawah reruntuhan.

Target terbaru adalah Sousi Tower, gedung 15 lantai yang menjadi salah satu ikon di pusat Gaza City. Penduduk mengatakan mereka hanya diberi waktu sekitar 20 menit untuk menyelamatkan diri sebelum jet tempur Israel menggempur bangunan hingga rata dengan tanah.

“Tiba-tiba orang-orang berteriak dari luar. Ada yang bilang ini bohong, ada yang bilang sungguhan. Kami keluar dengan panik, tak tahu harus berbuat apa,” kata Aida Abu Kas, salah satu penghuni, kepada Associated Press dikutip via Guardian.

Sehari sebelumnya, Mushtaha Tower, menara lain yang menampung puluhan keluarga, juga dihancurkan Israel. Militer Israel mengklaim kedua gedung dipakai Hamas untuk infrastruktur militer, meski tidak pernah memberikan bukti. 

Hamas menegaskan tuduhan itu sebagai 'kebohongan tanpa dasar'.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan memamerkan video runtuhnya Sousi Tower di media sosial dengan keterangan singkat: “We continue.”

Bersamaan dengan penghancuran gedung, Israel menyebarkan ribuan selebaran menyerukan evakuasi warga ke al-Mawasi, wilayah di selatan yang disebut sebagai zona kemanusiaan. Namun sejak awal perang, daerah itu justru berulang kali jadi sasaran serangan.

“Tidak ada bedanya kami pergi atau tetap tinggal. Di mana pun di Gaza ada bom dan kematian,” kata Abdel Nasser Mushtaha, 48 tahun. Putrinya, Samia (20), menambahkan lirih: “Ke mana pun kami pergi, kematian mengejar kami, entah oleh bom atau kelaparan.”

Hanya beberapa hari lalu, sedikitnya sembilan warga, termasuk lima anak, tewas saat mengantre air di al-Mawasi akibat serangan udara Israel.
Di dalam negeri, ribuan warga Israel turun ke jalan di Tel Aviv dan Yerusalem, mendesak pemerintah mencapai kesepakatan gencatan senjata sekaligus pembebasan sandera. Sebuah spanduk raksasa dibentangkan: “President Trump, save the hostages now!”

Presiden AS Donald Trump menyebut pihaknya sedang melakukan negosiasi 'sangat mendalam' dengan Hamas terkait tawanan. 

Meski Hamas telah menyetujui usulan gencatan senjata sementara dengan pembebasan bertahap, Israel tetap menuntut pelepasan semua sandera sekaligus, pelucutan senjata Hamas, hingga penyerahan penuh kendali atas Gaza.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore