Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 September 2025 | 16.12 WIB

Cucu Nelson Mandela Nyatakan Dukungannya untuk Palestina, Siap Ikut Pelayaran untuk Kirim Bantuan ke Gaza

 

Mandla Mandela, cucu tokoh perjuangan Afrika Selatan, Nelson Mandela. (Reuters).

JawaPos.com - Dukungan internasional untuk Palestina terus menguat. Salah satu sorotan datang dari Afrika Selatan, ketika Mandla Mandela, cucu tokoh besar anti-apartheid Nelson Mandela, menyatakan akan ikut serta dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang berlayar dari Tunisia menuju Jalur Gaza.

Dalam konferensi pers di Tunisia, Jumat (6/9), Mandla menegaskan partisipasinya bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk solidaritas nyata. 

“Kami, delegasi dari Afrika Selatan, memilih untuk ikut dalam flotila ini dari titik Afrika. Kami ingin menegaskan bahwa Afrika adalah bagian dari perjuangan rakyat Palestina,” ujar dia mengutip Arab News.

Bagi Mandela, isu Palestina memiliki resonansi mendalam dengan sejarah bangsanya. Afrika Selatan pernah hidup dalam sistem apartheid yang menindas mayoritas kulit hitam di negeri sendiri. 

Situasi itu membuat banyak warga Afrika merasa dekat dengan penderitaan rakyat Palestina yang selama puluhan tahun hidup di bawah blokade, okupasi, dan penindasan.

“Sebagai orang Afrika, kami tahu betul bagaimana rasanya hidup di bawah penjajahan, di bawah penindasan. Itulah mengapa kami berdiri bersama rakyat Palestina,” kata Mandla Mandela.

Pernyataan ini sekaligus melanjutkan warisan politik kakeknya, Nelson Mandela, yang sejak lama dikenal mendukung perjuangan Palestina. Nelson bahkan pernah berkata bahwa kebebasan Afrika Selatan tidak akan lengkap tanpa kebebasan rakyat Palestina.

Kapal yang akan ditumpangi Mandla Mandela merupakan bagian dari Maghreb Sumud Flotilla. Armada ini dijadwalkan berangkat pada Minggu (8/9) setelah sempat tertunda karena cuaca buruk.

Flotila tersebut akan bergabung dengan kapal-kapal lain yang sudah lebih dulu berangkat dari Spanyol dan Italia menuju Gaza.

Menurut panitia, sekitar 100 aktivis internasional telah mendaftar untuk berlayar dari Tunisia. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari pegiat hak asasi manusia, dokter, hingga relawan kemanusiaan.

Misi mereka sederhana namun penuh risiko: membawa bantuan medis, makanan, dan logistik ke Gaza yang kini terisolasi akibat blokade laut Israel sejak 2007.

Sebagaimana diketahui, vlokade Israel terhadap Gaza telah berlangsung lebih dari 17 tahun. Akses keluar masuk barang dan orang dibatasi ketat, membuat 2,3 juta penduduk Gaza hidup dalam kesulitan ekonomi, krisis pangan, hingga keterbatasan layanan kesehatan.

Berbagai badan PBB dan organisasi kemanusiaan internasional berulang kali menyebut blokade itu sebagai bentuk hukuman kolektif yang melanggar hukum internasional. 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore