Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 00.23 WIB

Parade Militer Tiongkok Pamerkan Kekuatan Baru dari Timur, Presiden AS Donald Trump Kirim Sindiran dari Washington

Parade kekuatan militer Tiongkok dalam peringatan 80 tahun perang dunia II yang disindir Donald Trump. (APNews) - Image

Parade kekuatan militer Tiongkok dalam peringatan 80 tahun perang dunia II yang disindir Donald Trump. (APNews)

JawaPos.com - Republik Rakyat Tiongkok menampilkan kekuatan militernya secara besar-besaran dalam parade memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9). 

Acara tersebut dihadiri Presiden Xi Jinping bersama sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto.

Unjuk kekuatan itu tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga sinyal politik tentang kebangkitan Tiongkok sebagai pusat kekuatan global baru, alternatif dari tatanan internasional yang selama ini didominasi oleh Amerika Serikat (AS).

Dari Washington, Presiden AS Donald Trump tampaknya 'panas' melihat unjuk kekuatan Tiongkok. Ia menanggapi parade tersebut dengan nada campuran antara kekaguman dan sindiran

“Mereka berharap saya memperhatikan, dan saya pun memperhatikan. Itu sangat, sangat mengesankan,” ujarnya di Gedung Putih saat bertemu Presiden Polandia Karol Nawrocki.

Namun, dalam kesempatan berbeda, Trump mengekspresikan ketidaksenangannya. Melalui akun Truth Social, ia menuding Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara berkonspirasi melawan Amerika. 

“Sampaikan salam hangat saya kepada Vladimir Putin dan Kim Jong Un, karena kalian berkonspirasi melawan Amerika Serikat,” tulisnya.

Sikap ambigu Trump ini mencerminkan kerisauan AS atas posisi Tiongkok yang semakin percaya diri di panggung dunia.

Apalagi, parade tersebut tidak hanya menampilkan persenjataan futuristik, tetapi juga narasi sejarah baru: klaim Beijing atas kontribusi besar dalam mengalahkan Jepang pada Perang Dunia II.

“Ini langkah pertama dalam upaya bersama untuk menulis ulang aturan global, dan itu dimulai dengan menulis ulang sejarah,” kata Richard Wilkie, mantan pejabat urusan veteran di era Trump, dikutip via BBC.

Ia menekankan bahwa pasukan nasionalis Tiongkok dan tentara AS memiliki peran lebih besar dalam kekalahan Jepang ketimbang pasukan komunis yang kini diagungkan pemerintah Beijing.

Bagi Trump sendiri, parade militer bukanlah hal asing. Ia dikenal menyukai demonstrasi kekuatan serupa, mulai dari menghadiri perayaan Hari Bastille di Prancis hingga menggelar parade 250 tahun Angkatan Darat AS di Washington

Namun, jika parade Trump sarat nuansa nostalgia dengan tank era Perang Dunia II dan barisan prajurit bersejarah, maka unjuk kekuatan Tiongkok lebih berfokus pada teknologi militer mutakhir serta proyeksi masa depan geopolitik dunia.

Langkah Beijing ini mempertegas pesan strategis: era dominasi tunggal Amerika pasca-Perang Dunia II kian ditantang oleh kekuatan baru dari Timur.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore