
Pulau Sentinel Utara. (Wikimedia Commons)
JawaPos.com - Di tengah lautan biru Teluk Benggala, berdiri sebuah pulau kecil yang menyimpan misteri besar, Pulau Sentinel Utara.
Di tempat itulah suku Sentinel menetap. Mereka merupakan kelompok pribumi yang dikenal sebagai salah satu komunitas paling tertutup dan terisolasi di dunia, dengan sikap menolak setiap bentuk interaksi dari luar, termasuk bantuan kemanusiaan.
Suku Sentinel diyakini telah menghuni pulau tersebut selama lebih dari 50.000 tahun. Mereka hidup sebagai pemburu dan pengumpul, memancing dengan kano buatan tangan, serta tinggal di pondok sederhana yang dibangun dari bahan alam.
"Mereka telah mengembangkan cara hidup yang sangat canggih dan jelas mampu bertahan secara mandiri," ujar Johnathan Mazower, juru bicara Survival International, seperti dikutip oleh ABC News Australia.
Pemerintah India menetapkan pulau ini sebagai zona terlarang sejak 1956. Siapa pun dilarang mendekat dalam radius 5,6 kilometer demi melindungi keberadaan suku tersebut dari ancaman luar, termasuk penyakit modern yang bisa mematikan bagi mereka.
Menurut WorldAtlas, populasi suku ini diperkirakan antara 80 hingga 150 orang, meski angka pastinya tidak pernah bisa dipastikan.
Penolakan mereka terhadap dunia luar bukan tanpa alasan. Dalam sejarah kolonial, tercatat bahwa enam anggota suku pernah diculik oleh tentara Inggris pada tahun 1880 untuk “dipelajari”.
Dua orang dewasa meninggal karena sakit, dan empat anak yang tersisa dikembalikan ke pulau. Sejak saat itu, kepercayaan mereka terhadap orang asing semakin terkikis.
Salah satu insiden paling tragis terjadi pada 2018, ketika seorang misionaris asal Amerika Serikat, John Allen Chau, mencoba masuk ke pulau tersebut secara ilegal.
Ia tewas setelah diserang oleh anggota suku Sentinel. Peristiwa ini memicu perdebatan global tentang batas antara hak asasi manusia dan perlindungan budaya lokal.
Meski hidup dalam keterasingan, kondisi fisik suku Sentinel dinilai sangat sehat.
“Kalau kamu lihat foto-foto dan video yang berhasil diambil dari kejauhan, mereka tampak sangat sehat dan kuat,” kata Mazower dalam wawancara dengan ABC News Australia.
Suku Sentinel menjadi simbol perlawanan terhadap arus globalisasi dan modernisasi. Mereka adalah pengingat bahwa tidak semua kelompok manusia ingin atau perlu bergabung dengan arus utama peradaban.
Dunia mungkin semakin terkoneksi, tapi Pulau Sentinel tetap berdiri sebagai benteng terakhir dari kehidupan yang benar-benar mandiri. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
