Ilustrasi Donbas, yang menjadi wilayah kunci pada konflik antara Rusia dan Ukraina. (Sven Teschke/Wikipedia)
JawaPos.com - Negosiasi antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung hingga sekarang. Dilansir dari Reuters, Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan beberapa permintaan dalam pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump pada Kamis (21/8).
Salah satunya adalah Putin meminta Ukraina untuk menyerahkan wilayah Donbas bagian timur secara keseluruhan sebagai syarat penting dari Rusia untuk menghentikan perang yang sudah berlangsung selama beberapa tahun.
Namun, apa itu wilayah Donbas, dan mengapa wilayah ini sangatlah diinginkan untuk Putin dan juga Rusia?
Donbas, yang merupakan singkatan dari Donets Basin, adalah kawasan industri kaya akan energi fosil seperti batu bara dan juga menjadi pusat industri berat yang ada di Ukraina.
Berada di sisi timur Ukraina, Donbas meliputi beberapa kota penting seperti Donetsk dan Luhansk, keduanya merupakan kota-kota besar di Ukraina.
Donbas sendiri menjadi wilayah Ukraina yang cenderung berbahasa Rusia, dikarenakan migrasi besar-besaran dari Rusia pada saat revolusi industri zaman Uni Soviet yang menjadikan pabrik batu bara dan baja menjadi fondasi industri negara tersebut.
Ada beberapa faktor mengapa Rusia dan Putin sangat menginginkan wilayah Donbas. Berdasarkan artikel dari Al Jazeera, salah satu faktor keinginan Putin untuk menguasai wilayah tersebut adalah potensi ekonomi yang bisa didapatkan oleh Rusia.
“Donbas sudah sangatlah terindustrialisasi sejak pertengahan abad ke-20, walaupun wilayah tersebut menjadi Rust Belt (sebutan untuk wilayah industri yang mengalami penurunan ekonomi) setelah perang dingin,” ujar Mark F Cancian, yang merupakan penasihat senior departemen pertahanan dan keamanan Center for Strategic and International Studies (CSIS).
Selain itu, nilai strategis yang dimiliki oleh wilayah Donbas menjadi faktor lain kenapa Rusia menginginkan wilayah tersebut.
Pelabuhan Mariupol yang terletak pada daerah tersebut memiliki akses langsung kepada Laut Hitam. Menurut Erik Herron, seorang profesor ilmu politik West Virginia University, area tersebut menjadi area yang baik Rusia dan Ukraina enggan untuk diserahkan ke satu sama lain.
Selain itu, Donbas yang memiliki banyak penduduknya yang berbahasa Rusia menjadi salah satu faktor penting kenapa Rusia menginginkan wilayah tersebut. Menurut beberapa ahli, nilai Donbas untuk Rusia mungkin lebih bersifat simbolis, di mana Putin bisa memenuhi visinya yang bernama ‘Russkiy Mir’, yang berarti Dunia Rusia.
Mengutip dari artikel The Guardian, Donbas sudah menjadi incaran Rusia sejak pertama kali mengalami konflik dengan Ukraina pada tahun 2014, setelah mantan Presiden Viktor Yanukovych melarikan diri akibat digulingkan massa yang melakukan protes besar-besaran.
Konflik yang terjadi pada tahun tersebut mengakibatkan wilayah tersebut mengalami ketidakstabilan sepanjang wilayah timur Ukraina, termasuk aneksasi wilayah Krimea oleh Rusia.
Semenjak kejadian tersebut, kelompok separatis yang membenci Rusia yang berada di beberapa wilayah kecil Donbas bertumbuh perlahan di Donetsk dan Luhansk.

Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Daftar Pemain Cedera dan Sanksi Inggris Lawan Norwegia: Thomas Tuchel Rombak Pertahanan Redam Erling Haaland
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Norwegia vs Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Putar Otak Redam Ledakan Erling Haaland
