
Ilustrasi banjir Pakistan. (X/@anis_uji).
JawaPos.com - Tragedi banjir bandang akibat hujan deras terus melanda Pakistan. Hingga Minggu (18/8), dalam update terbaru, sedikitnya 344 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 150 lainnya masih hilang.
Ribuan rumah hancur, desa-desa tertimbun lumpur, sementara upaya pencarian korban dilakukan di tengah kondisi cuaca yang belum membaik.
Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis menyebabkan banjir besar, tanah longsor, dan meluapnya sungai di berbagai wilayah. Dampak terparah terjadi di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, di mana 317 korban jiwa ditemukan akibat rumah-rumah roboh, kendaraan tersapu arus, hingga desa-desa rata dengan tanah.
“Kami melihat rumah, kendaraan, dan bangunan tersapu derasnya banjir seperti potongan kayu. Ketika kami berhasil naik ke bukit dan menoleh ke bawah, rumah kami sudah hilang," tutur Suleman Khan, seorang guru di Distrik Buner yang kehilangan 25 anggota keluarganya dikutip via China Daily.
Distrik Buner menjadi pusat bencana dengan lebih dari 208 korban meninggal dan 10–12 desa yang terkubur lumpur serta bebatuan. Ratusan warga masih dinyatakan hilang.
“Mereka bisa saja masih terjebak di bawah reruntuhan rumah atau terseret arus,” kata Asfandyar Khattak, Kepala Badan Manajemen Bencana Khyber Pakhtunkhwa.
Sekitar 2.000 personel penyelamat dikerahkan di sembilan distrik terdampak. Namun, kondisi medan yang tertutup lumpur, jalan terputus, dan hujan yang belum reda membuat proses evakuasi berjalan lambat.
“Peluang korban selamat di bawah reruntuhan sangat tipis,” ujar juru bicara tim penyelamat, Bilal Ahmad Faizi.
Pemandangan memilukan terlihat di Buner. Kendaraan tertimbun lumpur, rumah-rumah roboh, dan toko-toko hancur tak bersisa. Banyak warga hanya bisa mengais sisa harta benda yang masih bisa diselamatkan.
“Semua barang dagangan hilang, bahkan uang simpanan warga ikut hanyut,” kata Noor Muhammad, seorang pedagang.
Di pemakaman, suasana tak kalah mengharukan. Seorang penggali kubur, Qaiser Ali Shah, mengaku sudah membuat 29 liang lahat hanya dalam dua hari terakhir, termasuk enam di antaranya untuk anak-anak.
“Rasanya seperti saya menggali kubur untuk anak saya sendiri. Tubuh saya sudah tak sanggup lagi,” ucapnya lirih.
Pemerintah provinsi juga telah menetapkan enam distrik pegunungan – Buner, Bajaur, Swat, Shangla, Mansehra, dan Battagram – sebagai wilayah bencana. Warga mendesak pemerintah mengirim alat berat untuk membantu evakuasi korban yang masih tertimbun.
Sementara itu, Departemen Meteorologi Pakistan memperingatkan hujan deras masih akan berlanjut hingga awal September.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
