Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 05.11 WIB

Konflik Perbatasan Thailand dan Kamboja, Saling Menyalahkan Setelah Lepaskan Serangan

Roket BM-21 yang ditembak dari Kamboja mengenai stasiun pengisian bahan bakar PTT di Ban Phue (Dok. X @ThaiEnquirer) - Image

Roket BM-21 yang ditembak dari Kamboja mengenai stasiun pengisian bahan bakar PTT di Ban Phue (Dok. X @ThaiEnquirer)

JawaPos.com - Hingga berita ini ditulis, sudah ada 11 warga sipil Thailand yang tewas akibat konflik perbatasan dengan Kamboja. Perang itu pecah pada Kamis (24/7). Thailand sudah menerbangkan jet tempur F-16 dan Kamboja menembakan roket dan artileri.

Bentrok terjadi di daerah tempat berdirinya kuil kuno Prasat Ta Muen Thom di sepanjang perbatasan provinsi Surin, Thailand dan provinsi Oddar Meanchey, Kamboja. Dilansir dari The Guardian, Menteri Kesehatan Thailand Somsak Thepsuthin mengatakan, 11 warga sipil meninggal dalam konflik tersebut. Dia mengutuk seragan Kamboja yang menyasar sebuah rumah sakit. Ini adalah kejahatan perang yang harus dipertanggungjawabkan Kamboja.

"Militer Thailand melanggar integritas wilayah Kerajaan Kamboja dengan melancarkan serangan bersenjata terhadap pasukan Kamboja yang ditempatkan untuk mempertahankan wilayah kedaulatan negara," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Maly Socheata seperti dilansir dari AFP.

Kamis pagi pukul 7.35 waktu setempat, Kamboja mulai menembakan roket dan artileri. Lalu militer Thailand mengerahkan jet F-16 untuk melakukan serangan udara. Total ada enam jet yang dikerahkan untuk menyerang militer Kamboja.

Militer Thailand menyalahkan tentara Kamboja, karena melepaskan tembakan terlebih dahulu. Mereka menuduh serangan itu terarah terhadap warga sipil, karena dua roket BM-21 telah menghantam sebuah komunitas di distrik Kap Choeng, Surin, dan melukai tiga orang.

Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh mendesak warga negaranya untuk meninggalkan Kamboja sesegera mungkin. Hanya warga yang memiliki urusan mendesak saja yang masih diperbolehkan tinggal. Sementara itu, Kamboja mengumumkan pihaknya menurunkan hubungan ke tingkat terendah. Mereka menarik semua diplomatnya dan mengusir diplomat Thailand dari Phnom Penh.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat terkait bentrokan ini. Dia bersurat ke pewakilan tetap Pakistan untuk PBB Asim Iftikhar Ahmad.

"Mengingat agresi yang sangat serius yang dilakukan oleh Thailand baru-baru ini, yang telah sangat mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan, saya dengan sungguh-sungguh meminta Anda untuk mengadakan pertemuan mendesak Dewan Keamanan untuk menghentikan agresi Thailand," bunyi surat tersebut. Surat tersebut juga menuduh Thailand melakukan serangan yang tidak beralasan, direncanakan, dan disengaja di sepanjang perbatasan. (lyn)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore