
Roket BM-21 yang ditembak dari Kamboja mengenai stasiun pengisian bahan bakar PTT di Ban Phue (Dok. X @ThaiEnquirer)
JawaPos.com - Hingga berita ini ditulis, sudah ada 11 warga sipil Thailand yang tewas akibat konflik perbatasan dengan Kamboja. Perang itu pecah pada Kamis (24/7). Thailand sudah menerbangkan jet tempur F-16 dan Kamboja menembakan roket dan artileri.
Bentrok terjadi di daerah tempat berdirinya kuil kuno Prasat Ta Muen Thom di sepanjang perbatasan provinsi Surin, Thailand dan provinsi Oddar Meanchey, Kamboja. Dilansir dari The Guardian, Menteri Kesehatan Thailand Somsak Thepsuthin mengatakan, 11 warga sipil meninggal dalam konflik tersebut. Dia mengutuk seragan Kamboja yang menyasar sebuah rumah sakit. Ini adalah kejahatan perang yang harus dipertanggungjawabkan Kamboja.
"Militer Thailand melanggar integritas wilayah Kerajaan Kamboja dengan melancarkan serangan bersenjata terhadap pasukan Kamboja yang ditempatkan untuk mempertahankan wilayah kedaulatan negara," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Maly Socheata seperti dilansir dari AFP.
Kamis pagi pukul 7.35 waktu setempat, Kamboja mulai menembakan roket dan artileri. Lalu militer Thailand mengerahkan jet F-16 untuk melakukan serangan udara. Total ada enam jet yang dikerahkan untuk menyerang militer Kamboja.
Militer Thailand menyalahkan tentara Kamboja, karena melepaskan tembakan terlebih dahulu. Mereka menuduh serangan itu terarah terhadap warga sipil, karena dua roket BM-21 telah menghantam sebuah komunitas di distrik Kap Choeng, Surin, dan melukai tiga orang.
Kedutaan Besar Thailand di Phnom Penh mendesak warga negaranya untuk meninggalkan Kamboja sesegera mungkin. Hanya warga yang memiliki urusan mendesak saja yang masih diperbolehkan tinggal. Sementara itu, Kamboja mengumumkan pihaknya menurunkan hubungan ke tingkat terendah. Mereka menarik semua diplomatnya dan mengusir diplomat Thailand dari Phnom Penh.
Perdana Menteri Kamboja Hun Manet telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat terkait bentrokan ini. Dia bersurat ke pewakilan tetap Pakistan untuk PBB Asim Iftikhar Ahmad.
"Mengingat agresi yang sangat serius yang dilakukan oleh Thailand baru-baru ini, yang telah sangat mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan, saya dengan sungguh-sungguh meminta Anda untuk mengadakan pertemuan mendesak Dewan Keamanan untuk menghentikan agresi Thailand," bunyi surat tersebut. Surat tersebut juga menuduh Thailand melakukan serangan yang tidak beralasan, direncanakan, dan disengaja di sepanjang perbatasan. (lyn)

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
