
Penangkapan pelaku pembajakan pesawat di Kanada. (thewonkin/X).
JawaPos.com - Sebuah insiden pembajakan pesawat kecil menghebohkan Kanada pada Selasa (15/7), memicu respons keamanan besar-besaran, termasuk pengerahan jet tempur F-15. Polisi menyebut aksi ini bermotif ideologis dan tergolong tindakan terorisme.
Seorang pria asal Kanada, Shaheer Cassim (39), ditangkap setelah mencuri dan menerbangkan pesawat Cessna 172 dari Bandara Internasional Victoria menuju Bandara Internasional Vancouver (YVR), menempuh jarak sekitar 40 mil atau lebih dari 64 kilometer.
Insiden ini menyebabkan penangguhan lalu lintas udara selama 39 menit dan sembilan penerbangan dialihkan.
Menurut Fox News Digital pada Jumat (18/7), Cassim mengancam seorang instruktur penerbangan dengan pisau sebelum mengambil alih pesawat. Pilot tersebut berhasil melarikan diri sebelum pesawat lepas landas. Hanya Cassim yang berada di dalam pesawat saat insiden terjadi.
Royal Canadian Mounted Police (RCMP) menyatakan bahwa Cassim bertindak dengan motif ideologis untuk mengganggu wilayah udara.
Pria itu kini menghadapi dakwaan pembajakan yang termasuk dalam tindakan terorisme. Sidang perdananya dijadwalkan pada Rabu (23/7). Hingga saat ini, belum ada pengacara resmi yang ditunjuk untuk mewakilinya.
Insiden ini mengaktifkan respons darurat besar, termasuk keterlibatan RCMP, unit K-9, serta North American Aerospace Defense Command (NORAD) yang bersiap mengerahkan jet tempur F-15 sebelum pesawat mendarat.
Menurut The Independent, rekaman menara pengawas memperdengarkan peringatan adanya pesawat yang dibajak dan perintah bagi pesawat lain untuk siaga. Cassim akhirnya mendaratkan pesawat dengan selamat di Vancouver.
Video penangkapannya menunjukkan Cassim keluar dari pesawat dengan tangan terangkat, dikelilingi kendaraan polisi bersenjata.
Data dari FlightAware mencatat sedikitnya 143 kedatangan ke Vancouver tertunda pada hari itu. Operasional bandara kembali normal beberapa jam setelah insiden.
Cassim diketahui pernah bekerja untuk maskapai Kanada yang sudah tidak beroperasi, KD Air, antara tahun 2008 hingga 2010.
Mantan pemilik maskapai tersebut menyebut Cassim sebagai sosok cerdas tetapi sempat menyatakan bahwa ia percaya dunia akan berakhir dan meninggalkan pekerjaannya untuk mengejar pendidikan kedokteran.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci motif ideologi dan masih mendalami motif sebenarnya yang mendasari aksi Cassim yang mengejutkan ini.
Meskipun tak menimbulkan korban jiwa, tindakan Cassim kini tengah diselidiki sebagai potensi ancaman terorisme.
***

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
