Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juli 2025 | 06.26 WIB

Nekat Curi Pesawat, Seorang Pria Diamankan Usai Terbang Sejauh 64 Kilometer

Penangkapan pelaku pembajakan pesawat di Kanada. (thewonkin/X). - Image

Penangkapan pelaku pembajakan pesawat di Kanada. (thewonkin/X).

JawaPos.com - Sebuah insiden pembajakan pesawat kecil menghebohkan Kanada pada Selasa (15/7), memicu respons keamanan besar-besaran, termasuk pengerahan jet tempur F-15. Polisi menyebut aksi ini bermotif ideologis dan tergolong tindakan terorisme.

Seorang pria asal Kanada, Shaheer Cassim (39), ditangkap setelah mencuri dan menerbangkan pesawat Cessna 172 dari Bandara Internasional Victoria menuju Bandara Internasional Vancouver (YVR), menempuh jarak sekitar 40 mil atau lebih dari 64 kilometer.

Insiden ini menyebabkan penangguhan lalu lintas udara selama 39 menit dan sembilan penerbangan dialihkan.

Menurut Fox News Digital pada Jumat (18/7), Cassim mengancam seorang instruktur penerbangan dengan pisau sebelum mengambil alih pesawat. Pilot tersebut berhasil melarikan diri sebelum pesawat lepas landas. Hanya Cassim yang berada di dalam pesawat saat insiden terjadi.

Royal Canadian Mounted Police (RCMP) menyatakan bahwa Cassim bertindak dengan motif ideologis untuk mengganggu wilayah udara.

Pria itu kini menghadapi dakwaan pembajakan yang termasuk dalam tindakan terorisme. Sidang perdananya dijadwalkan pada Rabu (23/7). Hingga saat ini, belum ada pengacara resmi yang ditunjuk untuk mewakilinya.

Insiden ini mengaktifkan respons darurat besar, termasuk keterlibatan RCMP, unit K-9, serta North American Aerospace Defense Command (NORAD) yang bersiap mengerahkan jet tempur F-15 sebelum pesawat mendarat.

Menurut The Independent, rekaman menara pengawas memperdengarkan peringatan adanya pesawat yang dibajak dan perintah bagi pesawat lain untuk siaga. Cassim akhirnya mendaratkan pesawat dengan selamat di Vancouver.

Video penangkapannya menunjukkan Cassim keluar dari pesawat dengan tangan terangkat, dikelilingi kendaraan polisi bersenjata.

Data dari FlightAware mencatat sedikitnya 143 kedatangan ke Vancouver tertunda pada hari itu. Operasional bandara kembali normal beberapa jam setelah insiden.

Cassim diketahui pernah bekerja untuk maskapai Kanada yang sudah tidak beroperasi, KD Air, antara tahun 2008 hingga 2010.

Mantan pemilik maskapai tersebut menyebut Cassim sebagai sosok cerdas tetapi sempat menyatakan bahwa ia percaya dunia akan berakhir dan meninggalkan pekerjaannya untuk mengejar pendidikan kedokteran.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci motif ideologi dan masih mendalami motif sebenarnya yang mendasari aksi Cassim yang mengejutkan ini.

Meskipun tak menimbulkan korban jiwa, tindakan Cassim kini tengah diselidiki sebagai potensi ancaman terorisme.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore