
Benjamin Netanyahu mengutarakan pernyataannya (Dok. Ronen Zvulun/AP)
JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa negaranya telah meraih “kemenangan bersejarah” atas Iran dalam perang 12 hari yang baru saja diakhiri dengan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Dalam pernyataan video yang dirilis Selasa malam waktu setempat, Netanyahu menyebut hasil konflik ini sebagai capaian yang akan "bertahan lintas generasi".
"Kami berhasil menyingkirkan dua ancaman eksistensial: senjata nuklir dan 20.000 rudal balistik yang sedang disiapkan Iran. Jika kami tidak bertindak sekarang, kehancuran bisa saja menghampiri kami dalam waktu dekat," tegas Netanyahu.
Dikutip dari Times of Israel, Netanyahu juga secara khusus mengapresiasi peran Presiden AS Donald Trump, yang disebutnya bertindak secara "luar biasa" dalam membantu Israel menghadapi ancaman dari Teheran.
"Israel tidak pernah punya sahabat seperti Presiden Trump di Gedung Putih," ujarnya.
Salah satu pukulan terbesar terhadap Iran, menurut Netanyahu, adalah serangan udara AS terhadap fasilitas pengayaan uranium Fordo yang terletak di bawah tanah dan dikenal sebagai pusat utama program nuklir Iran. Ia menyebut serangan tersebut sebagai hasil dari kampanye diplomatik intens yang ia pimpin bersama Menteri Urusan Strategis Ron Dermer.
"Program nuklir Iran kami kirim ke tempat sampah. Dan jika mereka mencoba membangunnya kembali, kami akan bertindak dengan kekuatan dan tekad yang sama," klaimnya.
Tak hanya menghancurkan Fordo, Israel juga mengklaim telah melumpuhkan fasilitas produksi rudal balistik Iran, langkah yang menurut Netanyahu menjadi "pukulan paling berat dalam sejarah rezim Iran".
Namun di balik nada kemenangan itu, pernyataan Netanyahu hadir tak lama setelah Presiden Trump meluapkan kekesalannya kepada media, mengecam Israel karena tetap meluncurkan serangan ke Iran di saat kesepakatan gencatan senjata sudah disiapkan, dan bahkan setelah gencatan itu resmi berlaku.
Meski demikian, Netanyahu tetap membela serangan dini yang dilakukan pada Selasa pagi, menyebutnya sebagai "tindakan pencegahan yang mutlak perlu". Di akhir pernyataannya, Netanyahu menegaskan kembali komitmennya untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir dan menyatakan bahwa kemenangan atas Teheran membuka jalan bagi babak baru perdamaian.
"Poros Iran telah runtuh. Kini saatnya membangun poros kemakmuran dan perdamaian di kawasan dan dunia," katanya.
Netanyahu juga menyelipkan pengingat bahwa perang di Gaza masih berlangsung. "Kita masih harus mengalahkan Hamas dan membawa pulang para sandera," pungkasnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
