Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 23 Juni 2025 | 21.01 WIB

Pejabat AS Ungkap Donald Trump Tak Ingin Melanjutkan Serangan ke Iran, Kejar Kesepakatan Damai

Presiden Donald Trump. (Alex Brandon/Foto AP) - Image

Presiden Donald Trump. (Alex Brandon/Foto AP)

JawaPos.com – Krisis di Timur Tengah memanas menyusul serangan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran pada akhir pekan lalu. Namun di balik operasi militer besar tersebut, Presiden AS Donald Trump justru mengedepankan opsi damai dan berupaya mengupayakan kesepakatan dengan Teheran. Hal ini dilaporkan Axios pada Minggu (22/6), mengutip seorang pejabat AS.

Trump dilaporkan langsung menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesaat setelah serangan untuk mengabarkan hasil operasi. Dalam percakapan itu, Trump menegaskan bahwa langkah berikutnya adalah mendorong tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

“Presiden Trump tidak ingin melanjutkan serangan. Ia siap jika Iran melakukan serangan balasan, tetapi ia sudah menyampaikan kepada Netanyahu bahwa ia menginginkan perdamaian,” ujar pejabat tersebut kepada Axios.

Sikap Trump ini dikonfirmasi pejabat Israel. Menurutnya, AS telah menyatakan secara jelas keinginannya mengakhiri eskalasi militer. “Mereka tidak keberatan jika kami melanjutkan serangan, tapi untuk mereka, sudah cukup,” ucap pejabat itu.

Sebelum AS meluncurkan serangan langsung, Israel menghancurkan sejumlah sistem pertahanan udara Iran. Langkah itu dilakukan atas permintaan AS untuk memuluskan serangan ke target nuklir. AS memberikan daftar sistem yang harus dilumpuhkan agar jalur serangan mereka terbuka.

Serangan AS sendiri menyasar fasilitas nuklir Fordow dengan enam bom penembus bunker yang dijatuhkan oleh pesawat siluman B-2. Di saat bersamaan, rudal jelajah diluncurkan dari kapal selam AS ke target di Natanz dan Isfahan.

Menurut Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, operasi tersebut melibatkan lebih dari 125 pesawat, mulai dari pembom siluman, jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar, kapal selam peluncur rudal, hingga pesawat pengintai. Trump menyebut serangan ini “sangat sukses”.

Ketegangan antara Iran dan Israel memuncak sejak 13 Juni 2025, setelah Israel melancarkan serangan udara besar ke fasilitas militer dan nuklir Iran. Iran membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel.

Hingga kini, Kementerian Kesehatan Iran mencatat 430 korban jiwa dan lebih dari 3.500 luka-luka akibat serangan Israel. Sementara Israel menyebut setidaknya 25 warganya tewas dan ratusan terluka akibat serangan balasan Iran.

Langkah Trump untuk memilih jalur damai menjadi sorotan dunia, di tengah kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Saat ini, perhatian internasional tertuju pada bagaimana upaya diplomasi akan berjalan di tengah bara ketegangan yang masih menyala.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore