
Presiden Donald Trump. (Alex Brandon/Foto AP)
JawaPos.com – Krisis di Timur Tengah memanas menyusul serangan Amerika Serikat (AS) terhadap fasilitas nuklir Iran pada akhir pekan lalu. Namun di balik operasi militer besar tersebut, Presiden AS Donald Trump justru mengedepankan opsi damai dan berupaya mengupayakan kesepakatan dengan Teheran. Hal ini dilaporkan Axios pada Minggu (22/6), mengutip seorang pejabat AS.
Trump dilaporkan langsung menghubungi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sesaat setelah serangan untuk mengabarkan hasil operasi. Dalam percakapan itu, Trump menegaskan bahwa langkah berikutnya adalah mendorong tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.
“Presiden Trump tidak ingin melanjutkan serangan. Ia siap jika Iran melakukan serangan balasan, tetapi ia sudah menyampaikan kepada Netanyahu bahwa ia menginginkan perdamaian,” ujar pejabat tersebut kepada Axios.
Sikap Trump ini dikonfirmasi pejabat Israel. Menurutnya, AS telah menyatakan secara jelas keinginannya mengakhiri eskalasi militer. “Mereka tidak keberatan jika kami melanjutkan serangan, tapi untuk mereka, sudah cukup,” ucap pejabat itu.
Sebelum AS meluncurkan serangan langsung, Israel menghancurkan sejumlah sistem pertahanan udara Iran. Langkah itu dilakukan atas permintaan AS untuk memuluskan serangan ke target nuklir. AS memberikan daftar sistem yang harus dilumpuhkan agar jalur serangan mereka terbuka.
Serangan AS sendiri menyasar fasilitas nuklir Fordow dengan enam bom penembus bunker yang dijatuhkan oleh pesawat siluman B-2. Di saat bersamaan, rudal jelajah diluncurkan dari kapal selam AS ke target di Natanz dan Isfahan.
Menurut Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, operasi tersebut melibatkan lebih dari 125 pesawat, mulai dari pembom siluman, jet tempur, pesawat pengisian bahan bakar, kapal selam peluncur rudal, hingga pesawat pengintai. Trump menyebut serangan ini “sangat sukses”.
Ketegangan antara Iran dan Israel memuncak sejak 13 Juni 2025, setelah Israel melancarkan serangan udara besar ke fasilitas militer dan nuklir Iran. Iran membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel.
Hingga kini, Kementerian Kesehatan Iran mencatat 430 korban jiwa dan lebih dari 3.500 luka-luka akibat serangan Israel. Sementara Israel menyebut setidaknya 25 warganya tewas dan ratusan terluka akibat serangan balasan Iran.
Langkah Trump untuk memilih jalur damai menjadi sorotan dunia, di tengah kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Saat ini, perhatian internasional tertuju pada bagaimana upaya diplomasi akan berjalan di tengah bara ketegangan yang masih menyala.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
