
Tiket yang dimiliki penumpang selamat di kejadian Air India Kamis (12/6) kemarin. (Sydney Morning Herald)
JawaPos.com - Di tengah kobaran api dan serpihan pesawat yang berserakan di kawasan pemukiman padat di Ahmedabad, India, seorang pria tampak tertatih-tatih berjalan dengan baju berlumuran darah. Namanya Vishwash Kumar Ramesh, warga negara Inggris keturunan India.
Ia adalah satu-satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan maut pesawat Air India yang menewaskan 241 orang pada Kamis (12/6) waktu setempat.
Kisah penyintas ini terasa nyaris mustahil. Pesawat Boeing 787 Dreamliner tujuan London itu baru saja lepas landas beberapa detik dari Bandara Ahmedabad ketika tiba-tiba jatuh dan meledak di tengah lingkungan padat penduduk.
Di antara tubuh-tubuh tak bernyawa dan puing-puing pesawat, Ramesh ditemukan masih hidup, duduk awalnya di kursi 11A, tepat di belakang kelas bisnis, di jendela pintu darurat.
Namun, posisi duduknya justru memunculkan tanda tanya besar. Kursi 11A bukanlah tempat yang dianggap paling aman menurut para pakar penerbangan.
Sejumlah studi sebelumnya menyebutkan bahwa bagian belakang pesawat, khususnya kursi tengah dekat lorong, memiliki tingkat keselamatan tertinggi dalam kecelakaan udara.
Sebuah analisis oleh Time Magazine terhadap data dari Federal Aviation Administration (FAA) tahun 2015 menemukan bahwa sepertiga bagian belakang pesawat memiliki tingkat kematian paling rendah.
Namun, para ahli menekankan bahwa tidak ada rumus pasti dalam tragedi semacam tersebut. Tidak mutlak.
"Semua tergantung pada dinamika kecelakaan," ujar Daniel Kwasi Adjekum, peneliti keselamatan penerbangan dari University of North Dakota kepada Live Science.
Dia menambahkan, lokasi tempat duduk bisa menjadi sangat menentukan tergantung dari sisi mana benturan terjadi.
Ironisnya, berdasarkan data 35 tahun FAA yang ditelaah oleh Time, justru penumpang di kursi lorong di bagian tengah pesawat memiliki tingkat kematian tertinggi, yakni 44 persen.
Namun, temuan berbeda datang dari studi tahun 2008 oleh University of Greenwich yang menunjukkan bahwa peluang bertahan hidup meningkat jika duduk dalam lima baris dari pintu darurat, yang secara tak disengaja, merupakan tempat duduk Ramesh.
Cheng-Lung Wu, profesor dari University of New South Wales, menambahkan bahwa kursi di dekat sayap pesawat punya perlindungan struktural yang lebih kuat, meski tetap tidak ada "jawaban tunggal" soal tempat duduk teraman dalam pesawat.
Tragedi itu menjadi pengingat pedih bahwa meski jarang terjadi, kecelakaan udara tetaplah membawa dampak besar. Namun secara statistik, terbang tetap menjadi moda transportasi paling aman.
Sebuah studi dari Journal of Air Transport Management tahun 2024 mencatat bahwa kemungkinan seseorang meninggal dalam penerbangan komersial di AS hanya sekitar 1 banding 13,7 juta.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
