Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Mei 2025 | 19.21 WIB

Mengenal Konklaf: Proses Pemilihan Paus dalam Gereja Katolik

Kopiah merah atau zucchetto yang dikenakan oleh para kardinal saat prosesi konklaf. (Vatikan News) - Image

Kopiah merah atau zucchetto yang dikenakan oleh para kardinal saat prosesi konklaf. (Vatikan News)

JawaPos.com – Pemilihan Paus baru dalam Gereja Katolik bukanlah proses biasa. Prosedur ini disebut konklaf, sebuah tradisi sakral yang dijalankan dengan sangat ketat dan tertutup.

Kata “konklaf” berasal dari bahasa Latin cum clave, yang berarti “dengan kunci”, mencerminkan suasana tertutup dan penuh rahasia selama proses berlangsung.

Konklaf hanya diikuti oleh para kardinal yang berusia di bawah 80 tahun. Mereka dikenal sebagai kardinal elektor. Dalam konklaf tahun 2025 ini, ada 133 kardinal dari berbagai negara yang memiliki hak suara, termasuk Kardinal Ignatius Suharyo dari Indonesia. Jumlah ini melampaui batas ideal 120 kardinal, sebagaimana ditetapkan dalam dokumen resmi Gereja, namun tetap diperbolehkan oleh otoritas Takhta Suci.

Proses konklaf dimulai beberapa hari setelah Paus meninggal dunia. Gereja memasuki masa sede vacante atau kekosongan Tahta Suci. Para kardinal kemudian dikumpulkan di Vatikan dan menjalani rangkaian kegiatan rohani, termasuk Misa khusus untuk memohon bimbingan Roh Kudus dalam memilih Paus yang baru.

Seluruh kegiatan konklaf berlangsung di Kapel Sistina, tempat bersejarah yang terkenal dengan lukisan langit-langit karya Michelangelo. Setelah memasuki kapel, para kardinal dikunci dari dunia luar.

Mereka tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan siapa pun di luar konklaf. Segala bentuk akses informasi, termasuk ponsel dan internet, diblokir sepenuhnya demi menjaga kerahasiaan dan keabsahan proses pemilihan.

Dalam setiap sesi pemungutan suara, hasilnya akan diumumkan melalui asap dari cerobong Kapel Sistina. Jika Paus belum terpilih, maka akan muncul asap hitam. Namun jika sudah terpilih, asap putih akan mengepul—tanda bahwa dunia Katolik telah memiliki pemimpin baru.

Konklaf bukan hanya sebuah proses administratif, tetapi sebuah momen spiritual yang sangat penting bagi umat Katolik di seluruh dunia. Di dalam keheningan dan doa, para kardinal memilih gembala tertinggi Gereja yang akan membimbing umat dalam iman, harapan, dan cinta kasih.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore