
PM Israel Benjamin Netanyahu.
JawaPos.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali mengancam untuk merebut wilayah di Gaza jika Hamas terus menahan sandera Israel yang tersisa. Pernyataan ini disampaikan Netanyahu dalam sidang parlemen Israel, setelah operasi militer Israel di Gaza kembali dilanjutkan. Netanyahu menegaskan bahwa semakin lama Hamas menolak untuk membebaskan sandera, semakin keras tindakan yang akan diambil Israel.
"Semakin Hamas terus menolak membebaskan sandera kami, semakin kuat penindasan yang akan kami lakukan," ujar Netanyahu seperti dilansir dari The Guardian., Kamis (27/3).
Dia juga memperingatkan bahwa tindakan yang diambil bisa termasuk perebutan wilayah. "Saya sampaikan hal ini kepada rekan-rekan saya di Knesset, dan saya sampaikan juga kepada Hamas bahwa ini termasuk perebutan wilayah," tambahnya.
Di sisi lain, Hamas mengancam akan membunuh sandera jika Israel menggunakan kekuatan militer untuk membebaskan mereka. "Setiap kali pendudukan mencoba membebaskan tawanannya dengan paksa, mereka akhirnya membawa mereka kembali dalam peti mati," kata seorang juru bicara Hamas dalam pernyataannya.
Hingga saat ini, 58 sandera Israel masih ditahan di Gaza sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Dari total 251 sandera yang diculik, 34 diantaranya dipastikan tewas. Netanyahu menegaskan bahwa keberadaan sandera tersebut tetap menjadi prioritas utama bagi Israel dalam menyelesaikan konflik ini.
Sementara itu, untuk hari kedua berturut-turut, ratusan warga Palestina menggelar protes di Beit Lahiya, Gaza Utara, menuntut diakhirinya perang dengan Israel dan menyerukan agar Hamas berhenti memicu konflik.
"Hamas keluar!" teriak para pengunjuk rasa. Ada juga yang juga membawa spanduk bertuliskan "Hentikan perang" dan "Kami ingin hidup damai".
Di tengah ketegangan ini, serangan udara Israel kembali menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Dalam serangan di Gaza Tengah, sembilan warga Palestina tewas, termasuk lima orang di sebuah kamp pengungsi. Serangan menghantam sekelompok orang yang berkumpul di luar sebuah badan amal.
PBB melaporkan bahwa lebih dari 140.000 orang telah mengungsi akibat serangan militer Israel yang berlanjut, dengan kekhawatiran tentang persediaan bantuan kemanusiaan yang semakin menipis. "Hanya dalam satu minggu, 142.000 orang telah mengungsi," ujar juru bicara PBB, António Guterres.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa lebih dari 50.000 warga Palestina tewas dan 113.000 lainnya terluka sejak dimulainya perang pada Oktober 2023.
Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rolliansyah Soemirat menepis kabar adanya kesepakatan pemindahan warga Gaza ke Indonesia. Dia menegaskan, tidak pernah ada konsensus mengenai hal tersebut antara Pemerintah Indonesia dengan pihak Israel.
"Pemerintah Indonesia tidak pernah membahas dengan pihak manapun ataupun mendengar informasi tentang rencana pemindahan warga Gaza ke Indonesia yang disebut oleh beberapa media asing," tegasnya.
Saat ini, kata dia, Pemerintah Indonesia lebih fokus untuk mendorong terwujudnya Gencatan Senjata tahap II di sana. Termasuk, masuknya bantuan kemanusiaan dan memastikan dimulainya rekonstruksi di Gaza.
"Karenanya, dapat kami tegaskan kembali bahwa tidak ada pembahasan apalagi kesepakatan antara Indonesia dengan pihak manapun mengenai hal tersebut," ungkap pria yang akrab disapa Roy tersebut.
Sebagai informasi, isu pemindahan warga Gaza ke Indonesia ini diterbitkan oleh media asing jns.org. Dalam artikel berjudul 'Gaza to Indonesia: 100 workers in Israeli Pilot Program', disebutkan ada sekitar 100 warga Palestina di Gaza akan dikirim ke Indonesia. Mereka akan bekerja di sektor konstruksi sebagai bagian dari percontohan migrasi sukarela.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
