
PAPARAN PROGRAM: Managing Director Wisma Jerman Mike Neuber saat menjelaskan beberapa program di Wisma Jerman. (Siti Aisyah/Jawa Pos)
JawaPos.com - Angka kelahiran yang menurun menjadi masalah bagi negara-negara maju. Itu membuat penduduk usia kerja menurun. Secara otomatis, mereka kekurangan tenaga kerja dan membutuhkan tenaga kerja asing. Jerman adalah salah satunya.
"Saat ini setiap tahun dibutuhkan sekitar 200 ribu pekerja asing di Jerman," ujar Hannilette Anne Diola, kepala divisi bahasa di Wisma Jerman dalam acara bertemakan Dari Surabaya ke Jerman: Peluang Tanpa Batas bersama Wisma Jerman pekan lalu.
Lowongan pekerjaannya bervariasi. Mulai dari sektor hospitality seperti restoran, wisata dan hotel, industri, mekanik, sales, kesehatan dan lain sebagainya. Beberapa posisi seperti sopir bus dan petugas kebersihan juga ada. Yang terpenting saat akan melamar adalah bisa berbahasa Jerman.
Ada beberapa level kemampuan bahasa Jerman. Mulai dari dasar yaitu A1 dan A2; menengah B1 dan B2; dan mahir pada C1 dan C2. Beberapa pekerja sepeti sopir biasanya syaratnya hanya A2. Sedangkan untuk pekerjaan profesional sepeti tenaga medis, biasanya minimal level B2.
"Yang kami lakukan untuk menarik warga asing bekerja di Jerman adalah membuat proses migrasi lebih mudah," terangnya. Kemudahan itu juga diberikan bagi mereka yang memiliki keluarga untuk bisa membawa serta keluarganya ke sana.
Managing Director Wisma Jerman Mike Neuber menambahkan, selama 5 tahun terakhir kedatangan warga Indonesia ke Jerman terus meningkat. Mulai dari hanya sekadar untuk berwisata, menempuh pendidikan, hingga bekerja. Ini bisa dilihat dari peningkatan peserta ujian dan kursus bahasa Jerman.
"Kami lihat semakin banyak penyedia kurus bahasa Jerman di luar," terang Mike.
Tahun lalu, 1.500 orang mengambil ujian bahasa Jerman di Wisma Jerman. Sebanyak 40 persen di antaranya untuk mengikuti Ausbildung. Ausbildung adalah program pelatihan kerja dan pendidikan vokasi di Jerman. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan pekerja agar memiliki kualifikasi untuk bekerja di Jerman.
"Tujuan negara Jerman bukan untuk menarik orang untuk tinggal di Jerman selamanya, tapi untuk sementara karena itu jadi win-win solution bagi Indonesia. Banyak lulusan belum dapat pekerjaan yang layak, jadi mereka ini sementera bisa melalui ausbildung bekerja di Jerman dan setelah beberapa tahun bisa kembali ke Indonesia,’’ jelas Mike.
Dalam acara tersebut, Mike juga menjelaskan tentang berbagai program yang akan dilaksanakan oleh Wisma Jerman setahun kedepan. Misalnya saja acara budaya yang bersifat tahunan, bulanan dan mingguan yang umumnya diadakan secara gratis serta dibuka untuk umum.
Selain itu, juga ada program kampanye penanaman 1.000 pohon mangrove yang akan diselenggarakan pada tahun ini. Wisma Jerman juga memiliki perpustakaan yang bisa diakses gratis oleh masyarakat umum yang ingin belajar bahasa Jerman. (sha)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
