Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juli 2019 | 01.47 WIB

Dua Remaja dalam Kisah Pembunuhan Masal Kanada

Photo - Image

Photo

Misteri terbunuhnya sepasang kekasih di Provinsi British Columbia, Kanada, memasuki bab yang mengejutkan. Senin lalu Royal Canadian Mounted Police (RCMP) mencari karena khawatir. Kemarin mereka dicari untuk alasan yang berbeda.

Mochamad Salsabyl A., Jawa Pos

---

JawaPos.com - Perjalanan panjang itu seharusnya jadi kenangan seumur hidup bagi Chynnay Noelle Deese dan Lucas Robertson Fowler. Mereka masih dimabuk asmara. Semenit pun tak mau terpisah. Tak sadar bahwa tak lama setelah itu mereka bersua dengan ajal.

Deese yang masih berusia 24 tahun sedang berpetualang di Kanada bersama pacarnya yang berusia 23 tahun. Mereka menjelajah wilayah British Columbia untuk menikmati keindahan negeri Amerika Utara dengan mobil van Chevrolet mereka.

Momen terakhir mereka sempat terekam CCTV di sebuah pom bensin daerah Fort Nelson 13 Juli. Dalam cuplikan itu, mereka membersihkan van biru tersebut, lantas berpelukan.

Sepanjang perjalanan, Deese dan Fowler tebar senyum. Curtis dan Sandra Broughton jadi saksinya. Merekalah yang berpapasan dengan kekasih muda itu Minggu sore (14/7).

"Saya berhenti karena khawatir mereka butuh bantuan. Ternyata, mereka sedang piknik sambil menunggu kondisi mobil mereka kembali baik," ungkap Curtis kepada Global News.

Tak ada firasat bahwa kenalan baru mereka tersebut bakal ditembus peluru. Tak ada yang tahu kejadian pastinya. Yang jelas, Deese dan Fowler ditemukan sudah tak bernyawa pada Senin (15/7) di Alaska Highway. Jaraknya 300 kilometer dari Fort Nelson.

Kisah tersebut mendunia. Apalagi, Fowler yang sudah menetap di Kanada ternyata anak pejabat penting di Australia. Ayahnya, Stephen Fowler, merupakan inspektur kepala Kepolisian Negara Bagian New South Wales.

***

Pada 13 Juli, hari nahas itu, sekitar 1.700 kilometer ke selatan. Perjalanan lain juga sedang terjadi. Sepasang sahabat dari Port Alberni, kota kecil di Pulau Vancouver, sedang dalam perjalanan ke Kota Whitehorese, Yukon.

Kam McLeod, 19; dan Bryer Schmegelsky, 18; mendengar ada peluang pekerjaan di sana. Karena itu, mereka menabung uang dari hasil magang jam malam di Walmart untuk perjalanan tersebut. Pada 12 Juli lalu, mereka berpamitan kepada Alan Schmegelsky, ayah Bryer.

Sayang, kondisi Yukon tak secemerlang yang mereka bayangkan. Mereka mengabari keluarga tentang keputusan batal menetap di sana. Namun, tak lama setelah itu, mereka hilang kontak.

Keluarga khawatir setelah mendengar kisah terbunuhnya sepasang kekasih di Alaska Highway. Mereka lebih takut lagi ketika tahu bahwa kendaraan mereka, mobil pikap Dodge, ditemukan terbakar di Highway 37. Tak jauh dari lokasi itu, RCMP juga menemukan sesosok jenazah tanpa identitas.

Pencarian untuk dua remaja itu langsung dimulai. Aparat khawatir keselamatan keduanya terancam. Mereka punya firasat bahwa hilangnya dua remaja tersebut berhubungan dengan peristiwa pembunuhan Deese dan Fowler.

"Mungkin kalian (McLeod dan Schmegelsky) masih berada di wilayah tanpa sinyal. Kami mohon segera menghubungi polisi agar kami tahu kalian baik-baik saja," ujar Jubir RCMP Dawn Roberts menurut ABC, Senin lalu (22/7).

Nada polisi berubah tak lama kemudian. Kemarin mereka merilis kabar terbaru soal dua sahabat tersebut. Status mereka berubah dari orang hilang menjadi buron.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore