Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juni 2020 | 14.07 WIB

Donald Trump Sentil Wabah Covid-19 dengan Sebutan Virus 'Kung Flu'

US President Donald Trump speaks during the daily briefing on the novel coronavirus, COVID-19, in the Brady Briefing Room at the White House on April 2, 2020, in Washington, DC. (Photo by MANDEL NGAN / AFP) - Image

US President Donald Trump speaks during the daily briefing on the novel coronavirus, COVID-19, in the Brady Briefing Room at the White House on April 2, 2020, in Washington, DC. (Photo by MANDEL NGAN / AFP)

JawaPos.com - Pernyataan kontroversial kembali dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menanggapi pandemi Covid-19. Menurutnya, Covid-19 tak cocok diberikan untuk penyakit gangguan pernapasan itu. Karena berasal dari Wuhan, maka Trump mengejeknya dengan sebutan virus 'Kung Flu' yang merupakan plesetan dari Kung Fu, seni bela diri Tiongkok.

Dilansir dari Mirror, Rabu (24/6), ejekan itu dilontarkan Trump saat berkampanye di Phoenix, Arizona, pada Selasa (23/6). Dalam kampanye itu, Trump juga tidak mengenakan masker. Lebih dari 120 ribu orang Amerika telah meninggal karena wabah itu. Karena itu, Trump juga sempat memberi label virus itu sebagai 'virus Tiongkok'.

"Ada banyak nama. Saya bisa memberi kalian 19 atau 20 nama. Misalnya Wuhan. Wuhan soal Coronavirus, Kung Flu?" sebut Trump yang diikuti sorakan pendukungnya. "Nama Covid-19, bukan itu, tapi Kung Flu," tambahnya.

Trump melanjutkan ejekannya. "Beberapa orang menyebutnya flu Tiongkok," ujarnya.

Sementara itu, untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, sekretaris pers Gedung Putih Kayleigh McEnany membela Trump atas penggunaan istilah itu. Menurutnya itu hanya bercanda.

"Presiden tidak bermaksud untuk tidak sopan saat mencatat bahwa virus Korona berasal dari Tiongkok," katanya.

Sebelumnya, pada akhir pekan lalu saat kampanye di tempat lain, Trump juga membuat pernyataan kontroversial. Dia meminta anak buahnya untuk mengurangi tes Covid-19 agar jumlah kasus tak bertambah. Dia membuat pernyataan mengejutkan itu pada rapat umum pemilihan ulang di Tulsa, Oklahoma. Dia menyebut pengujian spesimen ibarat pedang bermata dua yang membuat lebih banyak kasus ditemukan.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=gMplH6-4zCc

https://www.youtube.com/watch?v=kc_bKO7lcNk

https://www.youtube.com/watch?v=Ou4L5ixXSX0

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore