Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2024 | 11.54 WIB

Kesaksian Mengerikan Korban Selamat Kecelakaan Pesawat Azerbaijan Airlines: Pilot Berusaha Mendarat Tiga Kali Sebelum Ledakan

Pesawat Azerbaijan Airlines Embraer ERJ-190AR (4K-AZ65) yang terbang dari Baku ke Grozny jatuh di dekat Aktau, Kazakhstan, pada Rabu (25/12) waktu setempat. (X/@fl360aero) - Image

Pesawat Azerbaijan Airlines Embraer ERJ-190AR (4K-AZ65) yang terbang dari Baku ke Grozny jatuh di dekat Aktau, Kazakhstan, pada Rabu (25/12) waktu setempat. (X/@fl360aero)

JawaPos.com – Seorang korban selamat dari kecelakaan pesawat Azerbaijan Airlines (AZAL) pada Rabu (25/12) memberikan kesaksian bahwa pilot pesawat mencoba mendarat di Grozny, Chechnya, sebanyak tiga kali sebelum ledakan terjadi di luar pesawat.

Kesaksian ini disampaikan oleh Subkhankul Rahimov, salah seorang penumpang yang selamat, melalui rekaman audio yang dibagikan oleh saluran TV Rusia, RT. Rahimov menjelaskan bahwa saat pesawat mencoba mendarat untuk ketiga kalinya, sebuah ledakan terjadi.

"Saya terbangun ketika pesawat gagal mendarat pada percobaan pertama. Pesawat kemudian naik kembali dan mencoba mendarat untuk kedua kalinya. Pada percobaan ketiga, terjadi ledakan," kata Rahimov. Ia menemukan lubang di jaket pelampungnya yang disebabkan oleh serpihan ledakan tersebut.

Menurut Rahimov, pesawat bersiap untuk mendarat namun kemudian naik kembali ke atas awan karena kondisi kabut yang sangat tebal. "Pada percobaan ketiga untuk mendarat, sesuatu meledak di luar pesawat, merusak sebagian penutup pesawat," ujarnya.

Rahimov juga menyebutkan bahwa setelah ledakan, serpihan melintas di kakinya dan menembus jaket pelampung. Ia bahkan sempat mengambil foto kondisi tersebut.

"Para ahli harus menyelidiki dan memutuskan apa yang sebenarnya terjadi," tambah Rahimov.

Pacar dari korban selamat lainnya, Zaur Mammadov, membagikan pesan teks yang diterima saat kecelakaan kepada media Rusia, Readovka. Dalam pesan tersebut, Zaur mengatakan bahwa pesawat sedang jatuh dan kemudian mengabarkan bahwa dirinya selamat. Zaur saat ini dirawat di rumah sakit dengan luka yang tingkat keparahannya belum diketahui.

"Zaur penuh dengan memar, tetapi dalam keadaan sadar," kata pacarnya.

Pesawat Embraer 190 milik Azerbaijan Airlines, yang membawa 67 orang dari Baku menuju Grozny, mengalami kecelakaan di dekat Kota Aktau, Kazakhstan, di tepi Laut Kaspia. Menurut otoritas Kazakhstan, kecelakaan tersebut menyebabkan 38 orang tewas dan 29 lainnya selamat.

Pihak Azerbaijan Airlines menyatakan bahwa pesawat tersebut diduga jatuh karena bertabrakan dengan sekawanan burung saat mengudara. Namun, media Rusia melaporkan bahwa pesawat tidak dapat mendarat di Grozny karena serangan drone Ukraina, sehingga pilot mengalihkan penerbangan ke Kota Makhachkala. Kondisi kabut di Makhachkala kemudian memaksa pilot meminta izin mendarat di Aktau. Kepala Pusat Penanggulangan Disinformasi Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Andriy Kovalenko, menyampaikan di Telegram bahwa pesawat tersebut diduga ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Rusia.

Kejaksaan Agung Azerbaijan telah memulai penyelidikan pidana terkait insiden tersebut berdasarkan Pasal 262.3 dan 314.3 KUHP Azerbaijan. Departemen penyelidikan kejaksaan telah diinstruksikan untuk memulai penyelidikan awal guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan.

Setelah insiden tersebut, Azerbaijan menetapkan Kamis (26/12) sebagai hari berkabung nasional untuk menghormati para korban yang tewas dalam kecelakaan tersebut.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore