
Abu Mohammed Al Golani di Masjid Ummayyad, Damaskus (8/12). (AFP)
JawaPos.com - Siapa Abu Mohammed Al Golani, pemimpin pemberontak yang berhasil mendepak Bashar Al Assad yang tentunya bakal memainkan peran penting di Syria? CBS News menggambarkannya sebagai pemimpin kelompok militan yang telah berubah.
Pada 2014, kala masih beraliansi dengan Al Qaeda, dalam wawancara dengan Al Jazeera, dengan wajah yang ditutupi, dia menyebut bahwa tujuan perjuangannya menjadikan Syria negara yang menerapkan syariat Islam. Dia juga menegaskan bahwa Syria bukan tempat bagi kalangan Alawi, Syiah, Druze, dan minoritas Kristen.
Tapi, dua tahun berselang, dalam sebuah pesan video, Al Golani yang untuk kali pertama menunjukkan wajah ke publik mengumumkan kelompok yang dipimpinnya menamakan diri Jabhat Fateh Al Sham atau Front Penakluk Rusia. Dia juga menyatakan bahwa kelompoknya sudah memutuskan hubungan dengan Al Qaeda.
Perubahan itu membuka jalan bagi Al Golani untuk menguasai berbagai kelompok militan anti-Assad yang terpecah. Setahun kemudian, dia menamai ulang kelompok yang dipimpinnya dengan Hayat Tahrir Al Sham atau Organisasi untuk Membebaskan Syria dengan basis di Idlib, barat daya Syria.
Jalan perjuangannya pun jadi lebih moderat dan toleran. Dia berusaha merangkul kalangan Druze dan mendatangi keluarga-keluarga Kurdi yang sebagian anggota keluarga mereka dibantai milisi dukungan Turki.
”Ya, memang kami mengkritisi kebijakan Barat. Tapi, menyatakan perang terhadap Amerika Serikat atau Eropa dari Syria, itu tidak benar,” katanya dalam wawancara dengan PBS pada 2012.
Sementara itu, memasuki wilayah udara Moskow, transponder pesawat itu menyala lagi. Tapi, jelang mendarat di ibu kota Rusia tersebut, alat navigasi yang berfungsi membantu air traffic controller mendapat informasi tentang pesawat itu mendadak mati lagi.
Seperti dilaporkan BBC yang melacak dengan bantuan flightradar, pesawat pun mendarat dan dari dalamnya keluarlah Presiden Syria Bashar Al Assad beserta keluarga.
Mereka melarikan diri ke negeri yang selama ini menjadi protektor utama Syria tersebut pada Minggu (8/12) setelah Damaskus jatuh ke tangan pemberontak.
”Rusia akan memberi suaka ke dia dan keluarga atas dasar kemanusiaan,” kata sebuah sumber kepada TASS, kantor berita Rusia, seperti dikutip kyivindependent.com kemarin (9/12).(lyn/c19/ttg)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
