
Chris Van Hollen, Senator AS yang usulkan amandemen UU AS/(1) Media posts by Senator Chris Van Hollen (@ChrisVanHollen) / X (twitter.com)
JawaPos.com – Israel melalui Perdana Menteri Netanyahu, tolak gagasan pembentukan negara Palestina yang diajukan dalam Forum Ekonomi Global Davos Pada 18 Januari 2024 lalu.
Gagasan pembentukan negara Palestina diusulkan negara-negara Arab guna meredakan konflik dan menciptakan gencatan senjata permanen di Gaza.
Tawaran ini ditolak secara tegas oleh Israel karena mereka ingin menguasai secara penuh seluruh daerah di Palestina. Akibat penolakan ini, hubungan AS dan Israel merenggang.
Dilansir dari Middle East Eye pada Rabu (24/1) Semakin banyak senator AS yang menandatangani amandemen yang dapat memberikan syarat bantuan militer kepada Israel di tengah meningkatnya seruan gencatan senjata di Gaza pasca Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan tegas menolak pembentukan negara Palestina.
Lima Senator Demokrat, termasuk Tina Smith, Raphael Warnock, Laponza Butler, Tammy Baldwin, dan Jon Ossoff, mengumumkan pada hari Jumat (19/1) bahwa, mereka akan mendukung amandemen yang diperkenalkan oleh Senator Chris Van Hollen.
Amandemen tersebut berisi aturan yang mewajibkan negara-negara yang menerima senjata AS untuk menggunakannya sesuai dengan hukum kemanusiaan dan hukum Amerika.
Penambahan lima senator baru menjadikan total dukungan terhadap amandemen Van Hollen menjadi 18, lebih dari sepertiga kaukus Senat Demokrat.
Pada hari Minggu (21/1), Van Hollen menjadi Senator AS terbaru yang menyerukan gencatan senjata dalam perang Israel- Palestina.
“Perdana Menteri Netanyahu lagi-lagi secara langsung dan terbuka menolak presiden Amerika Serikat,” kata Van Hollen dalam sebuah wawancara.
Van Hollen menambahkan “Sudah saatnya kita melakukan gencatan senjata, Biden harus bertindak besar dan berani. Dia perlu mengedepankan visi solusi dua negara.”
Pemerintahan Biden dan Israel telah berselisih mengenai rencana pasca perang untuk Gaza sejak pertempuran pecah setelah serangan pimpinan Hamas pada 7 Oktober di Israel selatan.
Perbedaan-perbedaan tersebut semakin membesar, dimana Netanyahu secara terbuka menentang seruan pemerintahan Biden untuk mengambil langkah-langkah pembentukan negara Palestina.
“Saya tidak akan berkompromi terhadap kendali penuh keamanan Israel atas seluruh wilayah sebelah barat Sungai Yordan dan hal itu tidak dapat didamaikan dengan negara Palestina,” kata Netanyahu dalam sebuah postingan di media sosial pada hari Sabtu.
Namun meningkatnya dukungan terhadap RUU Van Hollen menunjukkan bagaimana oposisi Netanyahu mulai merugikan sekutu Israel di Partai Demokrat.
***

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
