
Kondisi jalan berlubang di India. (Sumber: Media India Group)
JawaPos.com - Jalanan berlubang sudah lama menjadi momok menakutkan bagi pengguna jalan di India.
Bagaimana tidak, banyak kekacauan yang diakibatkan dari kondisi jalan yang mengenaskan tersebut, mulai dari kemacetan, cedera serius hingga menelan korban jiwa.
Namun lain halnya dengan keluhan warga India kebanyakan, keluarga dari Haryana malahan harus berhutang budi atas kondisi jalan rusak yang bikin jengkel itu.
Pasalnya, salah satu anggota keluarga mereka, Darshan Singh Brar secara ajaib kembali hidup setelah ambulans yang membawanya menghantam jalanan berlubang.
Sebelum dinyatakan meninggal, Darshan didiagnosis alami infeksi dada yang parah sehingga membuatnya kesulitan bernafas.
Salah satu cucunya, Balwan Singh mengatakan kakeknya harus dirawat di rumah sakit terdekat di Patiala karena berdampak buruk pada kondisi jantungnya.
Mendapat perawatan intensif hingga menggunakan ventilator selama empat hari, pada Kamis (18/1) pagi dokter mengatakan detak jantung Darshan telah berhenti. Ventilator akhirnya dilepas dan dia dinyatakan meninggal dunia.
Mereka kemudian membawa jenazah Darshan dari Patiala ke rumahnya di dekat Karnal, Nising tempat kerabat duka yang berkumpul.
“Saudara laki-laki saya di Patiala memberi tahu kami sekitar jam 9 pagi pada Kamis tentang kematian kakek kami, dan dia membawanya ke Nising (kira-kira 100 km jauhnya) menggunakan ambulans untuk upacara (pemakaman) terakhirnya,” kata anggota keluarga Darshan.
Makanan dan kayu bakar bahkan sudah disiapkan untuk menyambut pemakamannya. Kendati begitu, nampaknya persiapan mereka harus dibatalkan karena suatu ‘insiden’ di perjalanan.
“Kami bahkan telah memberitahu kerabat kami dan penduduk setempat yang mengenalnya untuk berkumpul atas kepergiannya. Tenda sudah didirikan dan makanan juga sudah disiapkan untuk para pelayat. Kami juga sudah mendapat kayu untuk kremasinya,” kata Balwan pada Jumat (19/1) lalu.
Menurut pengakuan cucu yang ikut bersamanya di ambulans, ketika mereka berada di dekat desa Dhand di Kaithal Haryana, mobil mereka menghantam lubang jalanan yang besar dan saudara Balwan menyadari bahwa kakeknya telah menggerakkan tangannya.
Karena penasaran atas kejadian tersebut, dia memeriksa detak jantungnya. Setelah yakin bahwa dia benar-benar merasakan detak jantung Darshan, dia lantas meminta sopir ambulans untuk pergi ke rumah sakit terdekat.
Setelah diperiksa para dokter, mereka menyatakan bahwa Darshan masih hidup. Pasien jantung berusia 80 tahun itu kini menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Karnal, karena kondisinya masih kritis.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
