Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Januari 2024 | 21.52 WIB

Seorang Balita 2 Tahun Meninggal karena Kelaparan di Samping Jasad Ayah yang Mengalami Serangan Jantung

Ilustrasi balita tewas. - Image

Ilustrasi balita tewas.

JawaPos.com–Seorang anak laki-laki berusia 2 tahun asal Inggris ditemukan mati kelaparan di samping jasad ayahnya yang menderita serangan jantung dua minggu sebelumnya.

Balita itu, ditemukan tewas meringkuk di samping ayahnya yang berusia 60 tahun, di rumah mereka di Skegness, Inggris, pada 9 Januari. Yakni 14 hari setelah mereka terakhir kali terlihat oleh keluarga saat berlibur.

Ayah dan anak itu terakhir kali terlihat hidup pada 26 Desember 2023, tidak lama sebelum sang ayah, Kenneth, menderita serangan jantung fatal. Akibat serangan jantung tersebut, Kenneth pada akhirnya meninggalkan putranya sendirian tanpa ada yang merawat di rumah.

Seorang pekerja sosial telah beberapa kali mencoba mengunjungi rumah keluarga tersebut. Dia lalu menghubungi polisi ketika tidak ada yang menjawab.

Sang ibu, Sarah Piesse, 43, mengatakan, seharusnya ada lebih banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan anaknya.

”Kami hanya bisa mengandalkan pekerja sosial untuk menjaga anak-anak kami agar tetap aman,” kata Sarah kepada The Sun.

”Mereka pikir Kenneth meninggal sebelum 29 Desember. Itu berarti, jika pekerja sosial memaksa untuk masuk ketika dia tidak mendapat jawaban pada 2 Januari, anak saya pasti masih hidup,” tambah sang ibu yang berduka.

Pekerja sosial mengunjungi rumah mereka pada 2 Januari, setelah gagal melakukan kontak dengan sang ayah pada 27 Desember. Dia kembali ke rumah itu dua hari kemudian, tetapi masih tidak dapat menghubungi Kenneth.

Pekerja sosial tersebut kemudian menghubungi polisi setiap kunjungan. Namun, dia baru bisa masuk ke rumah tersebut setelah mendapatkan kunci dari pemiliknya beberapa hari kemudian, demikian ungkap keluarga mereka kepada media.

Pihak berwenang di Lincolnshire telah menurunkan tim penyelidik untuk meninjau kematian balita tersebut. Sang ibu yang bersedih menceritakan, dia tidak dapat menggendong anaknya ketika mengidentifikasi sang anak. Sebab, tubuh anaknya terlalu rapuh.

”Saya tidak bisa menggendongnya karena tubuhnya terlalu rapuh. Saya hanya bisa menyentuhnya. Dia sudah terlalu lama ditinggalkan di sana,” kata Sarah sambil menangis.

Dikutip dari New York Post, sang ibu mengatakan, hasil pemeriksaan postmortem menunjukkan bahwa balita itu meninggal karena dehidrasi dan kelaparan.

Seorang kerabat keluarga mengatakan, balita itu menyukai kartun Cocomelon, lagu anak-anak, dan bermain dengan drum kit.

”Ini menghancurkan hati saya. Anak itu pantas mendapatkan yang jauh lebih baik. Dia adalah anak kecil yang penuh kasih dan menggemaskan,” ujar sang kerabat keluarga.

”Mereka menemukannya meringkuk di kaki Kenneth. Dia ditinggalkan dalam kegelapan, pasti sangat ketakutan dan bingung,” kata seorang kerabat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore