
Orang-orang berpikir tentang berada di rumah isolasi selama seminggu. Rumah isolasi tanpa rokok, minuman, hubungan manusia, bos, dan pekerjaan yang menekan
JawaPos.com - Jong Hwa Nam sedang mencari tempat untuk liburan musim panas ketika ia menemukan program meditasi selama seminggu yang ditawarkan oleh Prison Inside Me. Dilansir Al Jazeera pada Senin, (24/9), pria berusia 50 tahun itu mendaftar karena merasakan hal itu yang dibutuhkannya.
Prison Inside Me diluncurkan pada 2008 oleh Kwon Yong Seok, mantan jaksa yang pernah bekerja 100 jam seminggu yang tidak bisa berhenti bekerja meskipun dia sangat lelah.
"Saya kelelahan fisik dan mental tetapi saya tidak cukup berani untuk berhenti dari pekerjaan saya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dengan hidup saya," kata Kwon.
Kemudian, Kwon berpikir tentang berada di sel isolasi selama seminggu. Rumah isolasi tanpa rokok, minuman, hubungan manusia, bos, dan pekerjaan yang menekan. Hal itu membawanya pada konsep Prison Inside Me.
Lebih dari 2.000 orang telah mengikuti program ini selama bertahun-tahun. Program berkisar dari 24 jam hingga minggu-minggu panjang. Pelanggan termasuk pekerja kantoran, pelajar, bos perusahaan, dan ibu rumah tangga (IRT).
Mereka menghabiskan waktu mereka di salah satu dari 28 sel. Ada kegiatan kelompok spiritual dan buku panduan. Tetapi sebagian besar waktu yang dihabiskan di pusat adalah dalam kurungan di sebuah ruangan dengan buku harian, matras yoga, dan tombol panik.
Pada 2017, rata-rata orang Korsel menghabiskan sekitar 2.024 jam kerja, tertinggi ketiga di antara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Ini adalah negara yang paling banyak bekerja di Asia dengan rata-rata 300 jam lebih dari AS.
Untuk meningkatkan keseimbangan kehidupan kerja, Korsel memangkas jam kerjanya dari 68 menjadi 52 seminggu di bulan Juli tahun ini. Presiden Moon Jae In mengatakan, langkah untuk mengurangi jam kerja adalah memberi masyarakat Korea hak untuk beristirahat.
Beban kerja yang berat dan tekanan kantor adalah alasan terbesar mengapa pelanggan membayar untuk menghabiskan waktu di Prison Inside Me. Kwon sendiri yang mendirikannya karena dia ingin liburan dari pekerjaannya yang sibuk dan rutin. Namun, ada beberapa yang ingin istirahat dari kehidupan sehari-hari dan waktu untuk merefleksikan diri.
Di dalam rumah isolasi tersebut, orang-orang harus menyerahkan ponsel dan barang-barang mereka sebelum berganti menjadi seragam. Mereka kemudian ditugaskan salah satu dari 28 sel, makanan disajikan melalui slot di pintu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
