
Seseorang menyalakan lilin di instalasi Natal di sebuah gua dengan sosok berdiri di tengah puing-puing yang dikelilingi kawat silet, di luar Gereja Kelahiran, untuk mendukung Gaza./
JawaPos.com – Perayaan hari raya Natal tahun ini, rasanya menjadi Natal paling suram dan penuh duka, utamanya di Bethlehem, Tepi Barat Palestina, sebuah kota suci kelahiran Yesus Kristus.
Sebagai tempat suci dalam kisah Kristen tentang kelahiran Yesus, Bethlehem selalu menjadi rujukan utama bagi umat Kristen seluruh dunia.
Setiap Natal, kota ini menjadi gegap gempita penuh dengan kegembiraan, serta riuh ramai para wisatawan.
Namun, kali ini, Bethlehem yang hanya berjarak 50 kilometer dari Gaza, menjadi sunyi dan penuh debu.
Sejak penyerangan Hamas kepada Israel 7 Oktober lalu, dan kini berbuntut serangan balik tak berkesudahan di Gaza, Bethlehem terkena imbasnya dan tak lagi punya nyawa untuk bersukacita atas Natal.
Dilansir dari Reuters, Senin (25/12), Otoritas Bethlehem yang ikut berduka atas duka di wilayah senegaranya, memutuskan untuk tidak menanam pohon besar Natal yang biasanya berdiri megah nan mewah penuh dengan kelap kelip lampu.
Kini, sebagian masyarakat Bethlehem merayakan Natal dengan amat sederhana namun getir. Mereka meletakkan patung Yesus di tengah puing-puing dan kawat berduri, sebagai bentuk solidaritasnya untuk saudara di Gaza.
“Betlehem adalah sebuah pesan. Ini bukan sebuah kota, ini adalah pesan perdamaian bagi seluruh dunia. Dari tempat suci ini kami menyampaikan pesan perdamaian... hentikan perang, hentikan pertumpahan darah, pembunuhan dan balas dendam,” kata Pastor Ibrahim Faltas.
Tak hanya saat tiba Natal, masyarakat Bethlehem sudah sunyi sejak masa Adven, waktu minggu-minggu sebelum Natal.
Biasanya, di masa Adven, mereka sudah mulai menghiasi jalan raya dan alun-alun untuk perayaan akbar ini.
Namun, tahun ini, karena gempuran Israel yang tak habis-habis, sangat sedikit orang-orang yang berkeliaran di luar.
Begitu pula dengan jalanan kota Bethlehem, sepi tanpa warna warni menyambut Natal.
“Natal kali ini datang ke Betlehem dalam bentuk yang berbeda. Saat ini Betlehem, seperti kota-kota Palestina lainnya, sedang berduka. Kami merasa sedih,” kata Wali Kota Hanna Hanania.
Diketahui, umat Kristiani di Bethlehem hanya sekitar 2 persen dari populasi di seluruh wilayah yang diduduki Israel dan wilayah Palestina.
Meski sedikit, Bethlehem selalu menjadi pusat perayaan Natal paling meriah sebagai kota kelahiran Yesus.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
