
Para imigran Rohingya saat mendarat di pantai Muara Tiga sebelum kemudian didorong kembali ke laut, di Aceh Utara, Kamis (16/11/2023).
JawaPos.com – Akhir-akhir ini Indonesia dihebohkan dengan kedatangan pengungsi warga etnis Rohingya yang berbondong-bondong memasuki wilayah Aceh. Siapakah etnis Rohingya dan mengapa mereka meninggalkan Myanmar?
Berawal dari kebijakan diskriminatif pemerintah Myanmar sejak akhir tahun 1970-an, yang akhirnya memaksa ratusan ribu Muslim Rohingya meninggalkan rumah mereka, dari negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha tersebut.
Imbasnya, banyak dari etnis Rohingya yang kabur melarikan diri serta mencari perlindungan di negara lain, salah satunya Indonesia. Dilansir dari laman Council on Foreign Relations, Rohingya adalah etnis Muslim minoritas yang bermazhab Sunni tapi dengan corak Sufisme.
Pada abad 15, ribuan umat Islam berbondong-bondong datang ke Kerajaan Arakan, Burma. Kemudian disusul gelombang selanjutnya pada abad 19 dan awal abad 20.
Semenjak kemerdekaan pada 1948, pemerintah Burma kemudian berganti nama menjadi Myanmar pada 1989, dan menolak keberadaan etnis Rohingya sebagai warga negara Myanmar.
Mereka menganggap etnis Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, meskipun sejarah telah membuktikan keberadaan mereka sudah ada sejak lama di Myanmar. Namun hingga kini, warga Rohingya tetap dianggap sebagai pendatang.
Etnis ini akhirnya ditetapkan sebagai stateless, dalam artian mereka tidak mendapatkan hak kewarganegaraan sebagai masyarakat Myanmar.
Mereka dipersulit dalam melakukan berbagai kegiatan selayaknya masyarakat Myanmar pada umumnya. Pemerintah Myanmar membedakan mereka dengan masyarakat biasa melalui identifikasi kartu.
Etnis Rohingya diberi kartu identifikasi berwarna putih, yang berarti mereka hanya terdaftar sebagai warga negara sementara, dengan diberikan beberapa hak tapi tidak diakui sepenuhnya sebagai warga negara. Pembatasan ini berlaku mulai 1990-an hingga sekarang. Tak berhenti sampai situ, pembatasan pernikahan, pekerjaan, pendidikan, hingga kebebasan bergerak juga dialami oleh etnis Rohingya.
Warga Rohingya harus meminta izin terlebih dahulu untuk menikah, bahkan terkadang mengharuskan mereka untuk menyuap pihak berwenang demi melaksanakan pernikahan. Untuk pindah ke rumah baru atau bepergian ke luar kota, warga Rohingya juga harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah.
Sehingga, tak heran jika banyak dari etnis ini yang mencoba mengungsi dan mencari kehidupan yang lebih layak di tempat lain. Target tujuan mereka berpindah adalah negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Indonesia, Malaysia, dan Bangladesh.
Namun, kedatangan mereka terkadang menciptakan masalah baru di negara yang didatangi. Contohnya, demo besar-besaran yang terjadi di Malaysia akibat dari etnis Rohingya menuntut pemerintah, agar memberikan tanah untuk mereka tinggali.
Meskipun banyak berita beredar bahwa Indonesia akan memulangkan etnis Rohingya ke negara asalnya, tetapi hal tersebut masih harus dibahas secara lebih lanjut dan mendalam. Mengingat etnis Rohingya ini menyangkut masalah kemanusiaan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022