Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Desember 2023 | 14.55 WIB

Mantan Menlu AS Henry Kissinger Meninggal di Usia 100 Tahun, Sempat Prediksi Kekalahan Israel

Potret Henry Alfred Kissinger, diplomat dan mantan Menlu AS / sumber: huffpost.com - Image

Potret Henry Alfred Kissinger, diplomat dan mantan Menlu AS / sumber: huffpost.com

JawaPos.com – Henry Kissinger, penerima Hadiah Nobel Perdamaian dan tokoh diplomasi yang memberikan kontribusi signifikan untuk kebijakan luar negeri AS, wafat pada usia 100 tahun.

Dikutip dari Huffpost pada Jumat (1/12), Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS ini meninggal dunia pada Rabu (29/11) di rumahnya di Connecticut.

Lahir di Jerman pada 27 Mei 1923 dengan nama Heinz Alfred Kissinger, ia pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya pada 1938 untuk menghindari kekejaman Nazi.

Setelah mengubah namanya menjadi Henry, Kissinger menjadi warga negara AS pada 1943.

Pada Perang Dunia II, dia bertugas di Angkatan Darat Eropa dan melanjutkan pendidikan di Universitas Harvard, di mana dia mengabdikan 17 tahun sebagai konsultan untuk lembaga-lembaga pemerintah.

Selama pemerintahan Nixon, Henry Kissinger diangkat sebagai penasihat keamanan nasional dan kemudian Menteri Luar Negeri, memainkan peran sentral dalam peristiwa-peristiwa sejarah.

Meskipun keberhasilannya, terutama di bidang diplomasi Timur Tengah, terdapat juga kegagalan, seperti dalam penanganan konflik di Vietnam dan kebijakan terhadap Amerika Latin.

Setelah meninggalkan pemerintahan, Kissinger mendirikan perusahaan konsultan di New York dan tetap menjadi tokoh terkemuka dalam kebijakan luar negeri dan keamanan.

Pada 2001, ia dipilih oleh Presiden George W. Bush untuk memimpin komisi investigasi mengenai serangan 11 September, meskipun mundur karena konflik kepentingan.

Kissinger merupakan salah satu Menlu paling fenomenal dalam sejarah AS yang dikenal karena membuka kembali hubungan antara Washington dan Beijing melalui taktik diplomasi ‘Ping Pong Diplomacy.’

Meskipun dipuji karena kecerdasan dan pengalaman luasnya, Henry Kissinger juga dikritik sebagai sosok yang cenderung paranoid dan egois oleh beberapa kritikus.

Hadiah Perdamaian 1973 yang diberikan bersama kepada Le Duc Tho dari Vietnam Utara menjadi salah satu anugerah paling kontroversial.

Karena dua anggota komite Nobel mengundurkan diri sebagai protes terhadap keterlibatan Kissinger dan tindakan AS di Kamboja.

Setelah masa jabatannya sebagai Menlu, Henry Kissinger tetap aktif memberikan komentar mengenai berbagai isu global, bahkan hingga usia senjanya.

Salah satu isu geopolitik yang menjadi sorotan adalah pandangannya terhadap eksistensi negara Israel.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore