
Proses Peluncuran SpaceX’s Starship.
JawaPos.com–Uji terbang kedua roket Starship tahap dua milik SpaceX berakhir dengan ledakan, menandai tantangan berkelanjutan dalam pengembangan pesawat ruang angkasa ambisius dari Elon Musk.
Dilansir tertulis dari forbes.com, penerbangan tersebut mencapai jarak lebih jauh dibandingkan dengan uji coba pertama yang dilakukan SpaceX pada April. Pesawat ruang angkasa itu hilang hanya beberapa menit setelah lepas landas.
Kegagalan tersebut menyiratkan kendala teknis yang masih perlu diatasi. Peristiwa itu menyoroti kompleksitas pengembangan roket Starship yang dirancang untuk misi antar planet dan perjalanan ke Mars.
Meskipun ada kerugian dalam uji terbang tersebut, kegagalan itu memberikan data berharga bagi insinyur SpaceX untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan desain Starship guna mencapai tujuan penerbangan antar planet.
Dalam uji terbang kedua roket Starship milik SpaceX yang tidak berawak, berhasil dilakukan pemisahan dengan sukses dari booster. Keberhasilan itu merupakan langkah maju signifikan dibandingkan dengan uji terbang pertama, di mana pemisahan tersebut tidak dapat dicapai.
Roket tersebut mampu terbang sendiri selama waktu sekitar 10 menit setelah proses operasi pemisahan dari booster. Namun, dalam peristiwa yang mengejutkan, seorang pejabat SpaceX mengungkapkan bahwa sistem penghentian otomatis kemungkinan dipicu saat roket terbang di atas Teluk Meksiko.
Kejadian itu menimbulkan pertanyaan dan perluasan penyelidikan terkait penyebab dan akibat dari pengaktifan sistem penghentian otomatis tersebut serta potensi dampaknya pada pengembangan masa depan roket Starship.
Meskipun demikian, keberhasilan pemisahan roket dari booster mencerminkan langkah positif dalam evolusi teknologi penerbangan luar angkasa SpaceX.
Setelah pemisahan dari roket Starship, booster yang digunakan dalam uji terbang tersebut mengalami ledakan lain. Peristiwa itu dijelaskan SpaceX sebagai pembongkaran cepat yang tidak terjadwal.
Ledakan yang terjadi itu menjadi poin fokus utama dalam evaluasi pasca uji terbang. Sebab, tim SpaceX berusaha untuk memahami penyebab dan implikasi dari kejadian tersebut.
Rekam jejak pembongkaran yang tidak terduga ini menjadi tantangan tambahan yang perlu diatasi dalam perjalanan pengembangan roket Starship.
Roket setinggi 397 kaki meluncur ke angkasa dari fasilitas Starbase SpaceX di Boca Chica, Texas, yang menggambarkan tonggak bersejarah dalam pengembangan teknologi roket. Dalam posting-an resmi, SpaceX menyoroti bahwa meskipun uji terbang pada Sabtu (18/11) menghasilkan pembelajaran yang berharga, kesuksesan tetap diukur dari pemahaman yang diperoleh dari setiap peristiwa dan tantangan teknis yang dihadapi.
Pernyataan tersebut mencerminkan semangat eksploratif dan keterbukaan SpaceX dalam menghadapi hambatan serta tekad mereka untuk terus menyempurnakan roket Starship demi mencapai tujuan penerbangan luar angkasa yang lebih ambisius di masa depan.
”Kami sangat bersyukur untuk kemajuan yang luar biasa ini dan mengucapkan selamat kepada tim SpaceX atas pencapaian mereka yang mengesankan,” kata CEO SpaceX Elon Musk.
Kesempatan terpisah kepala NASA menyampaikan selamat kepada tim SpaceX atas pencapaian luar biasa tersebut.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
