Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 November 2023 | 21.20 WIB

Biden Peringatkan Netanyahu: Akan jadi Kesalahan Besar Jika Israel Ingin Duduki Gaza

Joe Biden terpilih pada tahun 2020. (Getty Images/Chip Somodevilla)

JawaPos.com – Di tengah panasnya konflik Israel dan Hamas, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden kembali mengingatkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu untuk tidak berbuat semaunya.

Pada Rabu (15/11) kemarin, Biden mengatakan jika Israel ingin menduduki Gaza itu adalah kesalahan yang besar. Pernyataan ini dikutip dari laman Antara (16/11).

Dalam pernyataan tersebut orang nomor satu di AS itu mengatakan kepada wartawan, bahwa dirinya akan melakukan segala upaya untuk membantu Israel, termasuk membebaskan sandera Israel yang ditahan oleh kelompok militan Hamas di Gaza.

Namun demikian, Biden menyatakan jika pihaknya enggan mengirim pasukan militer Amerika Serikat  ke tempat terjadinya konflik tersebut.

Presiden AS kemudian mengucapkan pesan yang ditujukan untuk para sandera dengan mengatakan “Kami akan datang”. Pernyataan tersebut itu tentu menimbulkan pertanyaan tentang apa yang dimaksud.

“Yang saya maksud adalah saya akan melakukan segala daya saya untuk mengeluarkan para sandera. Saya datang membantu sandera, mengeluarkan Anda. Tapi saya tidak bermaksud mengirimkan militer ke sana. Saya sedang tidak bicara tentang militer,” ujar Biden dalam mengklarifikasi.

“Saya akan terus berupaya mengatasi masalah ini, dan tidak akan berhenti sampai para sandera dibebaskan,” imbuhnya.

Sementara itu, Qatar yang menjadi tempat Hamas menjalankan kantor politiknya telah berusaha melakukan mediasi antara Hamas dan pejabat Israel untuk melakukan pembebasan sandera.

Diketahui jumlah sandera yang diamankan Hamas mencapai 240 orang lebih termasuk para tentara Israel, warga sipil Israel hingga warga dari luar negeri, termasuk warga AS.

Hamas sendiri telah melancarkan serbuan ke Israel pada tanggal 7 Oktober 2023, karena ingin memberontak dari masa penjajahan Israel selama berpuluh-puluh tahun. Ya, Gaza disebut-sebut telah menjadi penjara dunia karena penjagaan dan penindasan yang dilakukan oleh Israel.

Menanggapi aksi mendadak dari Hamas tersebut, Israel kemudian membalas dengan melakukan serangan besar-besaran melalui jalur udara dan darat. Israel melakukan bom tanpa henti di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.

Pada akhir bulan lalu, Israel mulai melakukan invasi lapis baja ke daerah kantong tersebut, yang mana telah menyebabkan lebih dari 11.000 orang terbunuh, sekitar 40 persen di antaranya adalah anak-anak.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore