
Masyarakat memperingati korban serangan Hamas 7 Oktober di depan gerbang Brandenburg, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas, di Berlin, Jerman, (7/11). /
JawaPos.com – Pemerintah Israel baru-baru ini merevisi jumlah korban tewas di tanggal 7 Oktober akibat serangan Hamas ke Israel.
Setelah sebelumnya mengatakan terdapat 1.400 warganya yang tewas, kini Israel mengumumkan perubahan jumlah korban menjadi 1.200.
Dikutip dari Reuters “sekitar 1.200 adalah jumlah resmi korban pembantaian 7 Oktober,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Lior Haiat dalam pernyataan tertulis pada Jumat (10/11).
Lior Haiat mengungkapkan bahwa jumlah tersebut telah direvisi pada hari Kamis (9/11).
Jumlah korban itu direvisi karena sebelumnya mayat-mayat tak dikenal ikut termasuk dalam penghitungan. Mayat tak dikenal itu diduga Israel adalah milik pejuang Palestina.
Melansir Al Jazeera oleh Jawapos.com, Sabtu (11/11) Lior Haiat mengunggah sebuah postingan di platform X mengenai press release yang sekaligus menjadi kritikan terhadap resolusi UNESCO.
“Israel dengan muak menolak resolusi sepihak yang diambil UNESCO hari ini terkait situasi di Gaza,” tulisnya dalam postingan tersebut
“Resolusi tersebut sama sekali mengabaikan pembantaian tanggal 7 Oktober oleh teroris Hamas, yang secara brutal membunuh sekitar 1.200 orang dengan darah dingin, dan menculik 240 orang termasuk bayi, anak-anak, wanita, dan orang tua,” tambahnya
Lior Haiat menduga bahwa UNESCO telah bekerja sama dalam distorsi fakta-fakta dasar dan penyangkalan pembantaian demi kepentingan pemerintah ekstremis dan pendukung terorisme.
Dalam pernyataan tersebut Israel juga mengucapkan terima kasih kepada negara-negara yang mendukungnya dan amandemen yang diusulkan Amerika Serikat, serta menentang resolusi kelompok Arab.
Hingga saat ini perang Israel-Hamas masih berlangsung sengit. Israel mengklaim serangannya sebagai bentuk “melindungi diri dan balas dendam”.
Serangan udara Israel tanpa henti telah meratakan hampir semua kawasan di Gaza.
Mereka juga memutus akses terhadap makanan, listrik, dan bahan bakar bagi lebih dari 2,3 juta penduduk jalur Gaza.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berkali-kali menegaskan Israel untuk menghentikan serangannya yang akan membuat kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza itu semakin buruk.
Mereka juga mengatakan bahwa serangan Israel terhadap Gaza merupakan hukuman kolektif.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
