
Serangan Israel menghantam ambulans di kompleks medis Al Shifa.
JawaPos.com - Pemandangan mengerikan terpampang di Gaza. Potongan tubuh terberai, mayat bergelimpangan.
Kompleksi medis rumah sakit Al-Shifa terkoyak akibat serangan Israel. Kompleks medis terbesar di Gaza itu porak-poranda.
Israel kembali melakukan serangan brutal terhadap rumah sakit setelah menyerang RS Baptis.
Kali ini serangan langsung mengarah kepada ambulans dan membombardir kompleks medis Al-Shifa.
Militer Israel mengklaim bahwa ambulans yang diserang adalah ambulans yang digunakan Hamas.
Militer Israel menuduh Hamas menyembunyikan pusat komando di terowongan rumah sakit Al-Shifa.
Otoritas rumah sakit Al-Shifa dan Hamas membantah tuduhan Israel dan Kementerian Kesehatan Palestina sendiri mengatakan bahwa ambulans hendak membawa orang yang terluka di Mesir.
Baca Juga: Israel Melakukan Pengeboman di Tempat Perlindungan PBB, UNRWA: Bendera PBB Tidak Bisa Lagi Lindungi Warga
"Kami telah memberitahu Komite Internasional Palang Merah, Republik Arab Mesir, dan seluruh dunia melalui saluran komunikasi tentang pergerakan ambulans yang membawa korban luka ke Mesir," ucap pernyataan Kementerian Kesehatan di Gaza.
"Namun, militer Israel menyerang dan melakukan kejahatan tersebut dengan berani," lanjutnya dikutip dari aa.com, Sabtu (4/11).
Otoritas kesehatan di Gaza menyebut ada banyak korban atas serangan brutal Israel.
"13 warga Palestina tewas dan 26 lainnya terluka akibat pembantaian yang dilakukan militer Israel terhadap ambulans di gerbang kompleks Al-Shifa." Kata Kementerian Kesehatan Palestina.
Jenazah bergelimpangan di samping mobil ambulans yang rusak dan suasana begitu mengerikan dengan warga sipil mencari perlindungan atas pengeboman Israel.
Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengaku terkejut dengan laporan serangan Israel.
Dia mengatakan, "Sangat terkejut dengan laporan serangan terhadap ambulans yang mengevakuasi pasien di dekat rumah sakit Al-Shifa di Gaza, yang menyebabkan kematian, cedera, dan kerusakan."
Sejak konflik meletus 7 Oktober lalu, lebih dari 10.700 orang tewas dengan rincian 9.227 dari warga Palestina dan 1538 warga Israel.
Baca Juga: Mengenal Hassan Nasrallah, Pemimpin di Balik Kelompok Hizbullah yang Melawan Israel
Dilansir akun X (@DrTedros) menegaskan, "Kami tegaskan kembali; petugas kesehatan, fasilitas kesehatan, dan ambulans harus dilindungi setiap saat."
Seruan Dr Tedros nampak tak berarti, setelah dengan bar-bar jet tempur Israel membombardir orang-orang terluka dari RS Al-Shifa ke perbatasan Rafah.
Sebuah parade pengeboman yang mengerikan diperlihatkan Israel.
***

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
