
Kesan seniman tentang Theia bertabrakan dengan Bumi muda 4,5 miliar tahun lalu.
JawaPos.com–Sebuah gumpalan misterius yang berada lebih dari 1.000 mil di bawah tanah diperkirakan merupakan sisa-sisa planet seukuran Mars yang menabrak Bumi pada awal tata surya.
Menurut teori para ilmuwan, bulan telah tercipta sekitar 4,5 miliar tahun lalu ketika sebuah protoplanet kuno bernama Theia menabrak Bumi yang masih baru.
Dilansir dari The Guardian, tabrakan itu melelehkan sebagian besar Bumi dan Theia, yang kemudian berubah menjadi Bumi baru yang lebih besar. Sementara itu, sejumlah besar debu dan batu terlempar ke orbit tempat mereka berkumpul dan membentuk bulan.
Meskipun banyak ilmuwan menganggap skenario tumbukan raksasa itu menarik, pencarian bukti yang mendukung teori tersebut terus dilakukan. Seperti ciri-ciri tabrakan dahsyat yang masih dapat ditemukan hingga saat ini.
Mengingat hal itu, tim peneliti internasional mengalihkan perhatian mereka pada dua gumpalan seukuran benua yang terkubur jauh di dalam mantel bumi. Jauh di bawah Afrika dan Samudra Pasifik.
Gumpalan tersebut, yang secara teknis dikenal sebagai provinsi besar berkecepatan rendah atau LLVP, awalnya ditemukan ahli seismologi. Namun, asal usulnya tidak pernah jelas.
Para peneliti termasuk Dr Qian Yuan di California Institute of Technology di Pasadena dan Prof Hongping Deng di Shanghai Astronomical Observatory, bagian dari Chinese Academy of Sciences menggunakan simulasi komputer dari dampak raksasa dan arus konveksi di dalam bumi untuk mengeksplorasi bagaimana bencana tersebut terjadi.
Berdasar simulasi yang dilakukan, tabrakan tersebut akan melelehkan separo bagian atas mantel bumi. Sehingga, memungkinkan sebagian besar Theia, mungkin 10 persen, menembus lebih jauh ke dalam planet dan secara bertahap tenggelam menuju inti bumi.
Selama 4,5 miliar tahun berikutnya, batuan dari Theia bisa saja berpindah karena konveksi di dalam Bumi dan akhirnya membentuk gumpalan yang ada saat ini. Gumpalan tersebut, yang diperkirakan sedikit lebih padat dibandingkan batuan mantel di sekitarnya, berada di dekat perbatasan dengan inti bumi, sekitar 1.800 mil di bawah bumi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
