
Barang bukti yang ditemukan di rumah Grace Rose Baez. (Instagram/@graciela_rose)
JawaPos.com – Polisi perempuan New York Police Department (NYPD) ditangkap minggu ini. Dia diduga mengedarkan narkotika dalam jumlah besar, termasuk fentanil dan heroin saat sedang bertugas.
Grace Rose Baez ditangkap bersama dengan Cesar Martinez. Mereka kemudian didakwa atas tuduhan bekerjasama untuk mendistribusikan narkotika, demikian yang dikatakan oleh Jaksa Amerika Serikat di Distrik Selatan New York, Damian Williams.
Grace Rose Baez (37) dan Cesar Martinez (42) diduga mencoba menjual narkotika fentanil serta heroin kepada seorang informan federal antara 9 Oktober dan 29 Oktober.
Baez bahkan memberikan sampel fentanil dengan kualitas terbaik. Dia meraciknya dalam sebuah wadah permen kepada informan pada Selasa (17/10).
Baez kemudian mengatakan kepada informan tersebut bahwa dia dapat menjual satu kilo heroin seharga USD25.000 (Rp396,6 juta). Serta 800 gram fentanil dengan harga yang akan disepakati, berdasarkan tingkat kemurnian dari narkoba tersebut.
Fakta itu tentu saja mencoreng citra kepolisian NYPD, terutama Baez yang telah bekerja menjadi polisi sejak 2012. Baez diduga telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan informan tersebut.
FBI mengatakan bahwa Baez bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah fasilitas NYPD, sambil mengatur pertemuan dan menegosiasikan harga untuk menjual narkotika dalam jumlah kilogram.
Baez ditangkap pada hari yang sama saat bertemu dengan informan tersebut di Yonkers pada Kamis (19/10), dan menyerahkan paket-paket yang berisi narkotika. Termasuk satu kilogram dan 400 gram heroin, dan 640 gram fentanil yang berlabel 640 Manzana.
Setelah menangkap Baez, petugas pergi ke rumahnya di Yonkers yang ditinggali bersama Martinez dan menemukan sebuah paket yang dicurigai sebagai narkotika yang dibuang di luar apartemen.
Menurut keterangan pihak berwenang, di dalam rumah tersebut, mereka menemukan mesin press seberat satu kilogram, serta narkotika tambahan yang diduga akan dibuang oleh Martinez.
Tindakan indisipliner ini sebenarnya bukan kali pertama dilakukan Baez. NYPD sempat memindahtugaskan Baez setelah dia melakukan pelanggaran pada 2020.
Yang jelas, aksi Baez itu tak lepas dari penghasilannya sebagai polisi perempuan di New York. Dia hanya mendapatkan USD96.715 (Rp 1,5 miliar) per tahun pada 2022. Jumlah itu lebih sedikit dari yang dihasilkannya pada tahun-tahun sebelumnya, karena dia bekerja lembur di bagian administrasi.
Kini, Baez langsung diskors tanpa menerima bayaran setelah penangkapannya, dan Martinez menghadapi kemungkinan hukuman puluhan tahun penjara.
Dikutip dari New York Post, Komisaris Polisi Edward Caban mengatakan Baez akan menodai perisai yang dia kenakan jika terbukti bersalah. "Tuduhan ini sangat meresahkan, karena tidak ada tempat untuk korupsi di NYPD," katanya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
