Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Oktober 2023 | 23.15 WIB

Kurang dari 24 Jam, Australia Dilanda Kebakaran dan Banjir Bandang Sekaligus

Petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api di Sydney pada 10 September 2023. (Sumber: REUTERS/Cordelia Hsu) - Image

Petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api di Sydney pada 10 September 2023. (Sumber: REUTERS/Cordelia Hsu)

JawaPos.com - Kurang dari 24 jam sejak penduduk bagian negara Victoria, Australia, melarikan diri dari kebakaran hutan, pihak berwenang kembali mengantisipasi terjadinya banjir.

Hujan lebat yang terjadi pada Rabu (4/10), memadamkan api dan membuat sungai meluap di negara bagian tenggara tersebut.

Banjir bandang diperkirakan terjadi hingga Rabu sore di timur laut Victoria. Menurut Biro Meteorologi Australia, hujan mengguyur sebagian wilayah negara bagian tersebut sejak Selasa (3/10) usai 17.000 hektar lahan terbakar.
 
Petugas berwajib selama semalam menyelamatkan seorang petani di daerah tersebut yang terjebak setelah berkendara melewati air banjir. Menurut kepala operasi Tim Wiebusch, saat ini masih layanan darurat di negara bagian Victoria.
 
Sebab, sebagian wilayah negara bagian tersebut telah diguyur hujan dengan curah hingga 150 mm. DImana curah tersebut dikatakan hampir delapan kali lipat rata-rata curah hujan di bulan September, dan diperkirakan terus berlanjut hingga Rabu (4/10), katanya.
 
"Untungnya kita melihat sedikit curah hujan di kedua kebakaran tersebut," kata Wiebusch.
 
 
"Tetapi dalam 24, 48 jam ke depan, banjir bandang, banjir sungai, merupakan risiko utama. Kami sangat menekankan, masyarakat harus waspada terhadap kondisi mereka."
 
Hujan terjadi selama musim semi Australia yang kering, yang dimulai pada September. Bulan lalu merupakan bulan September terkering yang pernah tercatat, menurut Biro Meteorologi, dengan curah hujan 71% di bawah rata-rata dari tahun 1961-1990.
 
Petugas pemadam sedang bekerja untuk mengatasi kebakaran hutan di dua bagian negara bagian Victoria, namun pihak berwenang mengatakan tidak ada ancaman langsung terhadap penduduk.
 
Di seberang perbatasan di negara bagian New South Wales, kebakaran hutan seluas 5.200 hektar tidak terkendali di dekat kota Bermagui, sekitar 300 km barat daya Sydney.
 
"Saya hanya merasa cemas dan sedikit gelisah karena kami belum tahu apa yang akan terjadi selanjutnya," kata Sheena Boughen, warga kota terdekat dari sumber stasiun televisi ABC.
 
Perdana Menteri, Anthony Albanese mengatakan dalam kunjungannya ke daerah tersebut bahwa parahnya kebakaran kemungkinan akan mengingatkan kembali musim bencana kebakaran pada musim panas 2019-2020.
 
 
"Ini pasti menjadi pengalaman yang sangat traumatis," katanya.
 
"Kami berdiri di sini, kami bisa mencium baunya, kami bisa melihat dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran ini," kata Anthony.
 
Otoritas pemadam kebakaran negara bagian mengatakan kondisinya membaik dalam semalam meskipun beberapa properti hilang dan petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api dilansir dari Reuters.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore