Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 September 2023 | 16.46 WIB

Es di Laut Antartika Mencapai Rekor Terendah yang Ekstrem

Bongkahan es kecil di perairan Antartika. (Reuters)

JawaPos.com – Es yang menyelimuti lautan di sekitar Antartika mencapai rekor terendah pada musim dingin kali ini.

Pusat Data Salju dan Es Nasional AS (NSIDC) mengatakan pada Senin (25/9) kekhawatiran para ilmuwan akibat dampak perubahan iklim di kutub selatan semakin meningkat.

Para peneliti memperingatkan perubahan iklim dapat menimbulkan konsekuensi yang lebih buruk bagi hewan seperti pinguin yang berkembang biak di lautan es.

Pemanasan global mengurangi jumlah sinar matahari yang diampntulkan oleh es ke luar angkasa.

Dilansir dari Reuters, Selasa (26/7), luas es laut di Antartika mencapai puncaknya pada tahun ini di bulan September, ketika luasnya mencapai 16,96 juta kilometer persegi dengan jumlah maksimum musim dingin terendah pada tahun 1979.

Luas es di laut Antartika sudah berkurang sekitar satu juta kilometer persegi dibandingkan rekor musim dingin sebelumnya pada tahun 1986.

Musim terjadi terbalik di belahan bumi selatan dengan puncak es laut terjadi sekitar bulan September menjelang akhir musim dingin dan akan mencair ke titik terendah pada Februari atau Maret saat musim panas berakhir.

Luas es laut di Antartika pada musim panas tahun ini juga mencapai titik terendah di bulan Februari, ini melampaui rekor sebelumnya di tahun 2022.

Arktik telah terkena dampak perubahan iklim dalam satu dekade terkahir dengan es lau yang memburukk karena wilayah utara memanas empat kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.

Perubahan iklim berkontribusi pada mencairnya gletser di Antartika, belum diketahui pasti bagaimana pemanasan global dapat berdampak pada es laut di dekat kutub selatan.

Luas es laut di kutub selatan meningkat antara tahun 2007 dan 2016. Peralihan kondisi terendah dalam beberapa tahun terakhir membuat para ilmuwan khawatir bahwa perubahan iklim akan terjadi di lautan es Antartika.

Studi menemukan bahwa pemanasan suhu laut yang disebabkan oleh gas rumah kaca dan aktivitas manusia berkontrubusi terhadap penurunan permukaan es di laut sejak tahun 2016.

Peneliti es laut dari Monash University, Ariaan Purich mengatakan melindungi wilayah beku dunia menjadi hal penting untuk berbagai alasan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore