
MEMPELAJARI MATAHARI: Aditya-L1 lepas landas di Satish Dhawan Space Centre, Sriharikota, Sabtu (2/9)
JawaPos.com – Namanya Nigar Shaji. Dialah perempuan di balik kesuksesan India meluncurkan pesawat luar angkasa Aditya-L1.
Aditya-L1 yang diluncurkan Sabtu (2/9) lalu merupakan inisiatif berbasis ruang angkasa perdana di India yang bertujuan mempelajari matahari.
Shaji merupakan direktur proyek dari misi tersebut. "Keberhasilan peluncuran Aditya-L1 adalah mimpi yang menjadi kenyataan," ujar ilmuwan 59 tahun itu mengungkapkan kegembiraan dan kebanggaannya atas keberhasilan peluncuran tersebut. "Setelah Aditya-L1 bertugas, itu akan menjadi aset bagi negara dan persaudaraan ilmiah global," tambahnya.
Times of India mengungkapkan bahwa Shaji adalah warga Distrik Tenkasi di Tamil Nadu. Dia berasal dari keluarga petani. Dia memperoleh gelar teknik di bidang elektronik dan komunikasi dari Tirunelveli Government Engineering College. Setelah itu, dia meraih gelar master di bidang elektronik dan komunikasi dari Birla Institute of Technology di Ranchi.
Pada 1987, Shaji bergabung dengan Satish Dhawan Space Centre dan kemudian menjadi bagian dari tim di Pusat Satelit ISRO yang kini berganti nama menjadi Pusat Satelit U R Rao. Sebagai pakar komunikasi dan program satelit antarplanet, Shaji memberikan kontribusi yang signifikan pada program pengindraan jauh. Shaji pernah menjabat sebagai associate project director resourcesat-2A Satelit Pengindraan Jauh India untuk Pemantauan dan Pengelolaan Sumber Daya Nasional.
Shaji telah menulis beberapa makalah tentang system engineering, kompresi gambar, dan internetworking ruang angkasa. Dia juga telah mengunjungi beberapa badan antariksa, termasuk Badan Antariksa AS (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA).
Shaji menekankan bahwa Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO) merupakan lingkungan yang menguntungkan bagi perempuan. Sebab, disana pengakuan didasarkan pada prestasi dan kemampuan, bukan gender.
Selain Shaji, ada ilmuwan perempuan lain yang berperan dalam peluncuran Adi tya-L1. Dia adalah Direktur Institut Astrofisika India Annapurni Subramaniam.
Institut Astrofisika India merupakan sebuah lembaga otonom di bawah departemen sains dan teknologi yang mengembangkan instrumen utama di pesawat ruang angkasa Aditya-L1. Subramaniam bertugas memastikan bahwa misi perdana India untuk mem pelajari matahari berjalan lancar.
Jika Shaji dari keluarga petani, Subramaniam berasal dari keluarga musisi. Dia berasal dari Distrik Palakkad Kerala. Subramaniam menyelesaikan gelar PhD di bidang fisika dari IIA.
Spesialisasi kemampuan Subramaniam di bidang gugus bintang (terbuka danglobular), formasi bintang dan bintang deret prautama, struktur galaksi, awan Magellan, dan populasi bintang. "Misi ini untuk kali pertama akan membantu kita melihat bagian terdalam matahari," katanya.
Aditya-L1 diluncurkan dari Pusat Luar Angkasa Satish Dhawan di Sriharikota, Andhra Pradesh, sekitar pukul 11.50 waktu setempat. Aditya merupakan nama dewa matahari dalam agama Hindu. Sedangkan L1 adalah titik Lagrange 1, tempat antara matahari dan bumi yang dituju pesawat ruang angkasa India tersebut.
Menurut Badan Antariksa Eropa, titik Lagrange adalah titik ketika gaya gravitasi dua benda besar seperti matahari dan bumi saling meniadakan sehingga memung kinkan pesawat ruang angkasa untuk ”melayang”. Ketika sampai di titik ini, Aditya-L1 akan mampu mengorbit matahari dengan kecepatan yang sama dengan bumi. Itu juga berarti satelit hanya memerlukan sedikit bahan bakar untuk beroperasi. (sha/c19/ttg)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
