Pemimpin paramiliter RSF, Mohamed Hamdan Dagalo. (Reuters/Umit Bektas)
JawaPos.com - Perebutan kekuasaan yang terjadi di Sudan antara tentara pemerintah dengan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) sejak 15 April lalu, telah menewaskan sedikitnya 1.000 warga sipil dan mengakibatkan 2,9 juta penduduk di negara itu terpaksa harus mengungsi.
Sebagian besar kota-kota di Sudan tampak hancur dan telah ditinggalkan warganya untuk menghindari konflik bersenjata itu. Upaya damai telah diusahakan, namun kedua kelompok gagal untuk masuk ke meja perundingan.
Kementrian Luar Negeri Sudan yang mewakili pemerintah dan militer bahkan menolak keras usulan pengiriman pasukan penjaga perdamaian dari IGAD (Organisasi Pembangunan Antar Pemerintah) untuk melindungi warga sipil.
Keputusan pemerintah Sudan itu telah memutus harapan upaya mengakhiri perang saudara yang sudah berlangsung selama hampir tiga bulan.
Sebelumnya, sejumlah negara dalam KTT IGAD yang mewakili Afrika Timur, memberikan usulan agar dipertimbangkannya pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah itu serta akan membantu memediasi antar kedua kelompok.
Pembicaraan perdamaian dari IGAD ini menjadi upaya yang kedua, setelah sebelumnya Amerika Serikat dan Arab Saudi berniat membuka meja perundingan di Jeddah, namun hal itu gagal karena pasukan RSF dan militer Sudan berkali-kali melanggar gencatan senjata.
Militer Sudan pun telah menolak mentah-mentah tawaran dari IGAD, bahkan mereka menuduh negara Kenya (yang telah mengupayakan perdamaian) menyediakan tempat perlindungan bagi paramiliter RSF.
"Ketidakhormatan IGAD terhadap pendapat negara-negara anggotanya, akan membuat pemerintah Sudan berpikir kembali kegunaan keanggotaannya dalam organisasi itu," ujar kementrian luar negeri Sudan, Selasa (11/7).
"Pemerintah Sudan menolak pengerahan pasukan asing di Sudan dan akan menganggap mereka sebagai tentara musuh," lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/7).
Pernyataan keras dari pemerintah Sudan itu berdekatan dengan rencana digelarnya KTT IGAD yang akan dilaksanakan di Addis Ababa, Etiophia pada akhir pekan ini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
