
CARI KORBAN: Petugas membawa anjing pelacak mencari empat anak korban pesawat jatuh di Solano.
JawaPos.com - Keajaiban. Satu kata itu menggambarkan nasib empat anak korban kecelakaan pesawat di Kolombia. Mereka ditemukan masih hidup setelah pesawat kecil yang mereka tumpangi jatuh di Hutan Amazon 17 hari lalu.
Padahal, usia mereka terbilang masih kecil. Yaitu, 13 tahun, 9 tahun, dan 4 tahun. Satu lagi bahkan masih bayi, 11 bulan. Ibu mereka dan dua orang dewasa lainnya dalam pesawat ditemukan tewas.
Pesawat ringan Cessna 206 yang mereka tumpangi sedang terbang dari Araracuara yang letaknya jauh di dalam Hutan Amazon di Kolombia Selatan ke San Jose del Guaviare.
Pada pagi hari 1 Mei lalu, pesawat itu tiba-tiba menghilang. Pilotnya sebelumnya melaporkan masalah mesin.
Setelah upaya pencarian besar-besaran yang melibatkan lebih dari 100 tentara, pesawat tersebut akhirnya ditemukan pada Senin (15/5). Tim pencari memastikan bahwa jenazah pilot, kopilot, dan Magdalena Mucutuy, 33, ibu empat anak tersebut, ditemukan di lokasi kecelakaan di Provinsi Caqueta.
Namun, anak-anak yang ikut dalam penerbangan itu tidak bisa ditemukan di mana pun. Anjing pelacak menemukan botol minum anak, gunting, ikat rambut, dan beberapa buah yang dimakan separo. Tim pencari juga menemukan tempat berlindung seadanya yang terbuat dari ranting.
’’Kami pikir anak-anak di dalam pesawat masih hidup. Kami telah menemukan jejak di lokasi berbeda, jauh dari lokasi kecelakaan, dan tempat di mana mereka mungkin berlindung,’’ ujar Kolonel Juan Jose Lopez pada Rabu (17/5).
Khawatir anak-anak itu berkeliaran semakin jauh ke dalam hutan, militer mengerahkan helikopter yang memutar rekaman pesan dari nenek mereka dalam bahasa Huitoto yang mendesak mereka untuk tetap diam.
PETUNJUK: Botol bayi ditemukan di kawasan pinggiran di Solano, Kolombia, Rabu (17/5).
Komunikasi dengan tim pencari dan orang-orang di pusat kota sulit dilakukan akibat hujan. Direktur Institut Urusan Keluarga Kolombia Astrid Caceres pada hari yang sama menyatakan, timnya menerima konfirmasi dari pihak kedua bahwa tim pencari menyelamatkan dan mengidentifikasi anak-anak yang hilang tersebut. Mereka telah ditemukan penduduk setempat. Ada kemungkinan mereka hidup karena ditolong penduduk yang tinggal di dalam Hutan Amazon.
Presiden Kolombia Gustavo Petro mencuit, anak-anak itu benar ditemukan dalam kondisi hidup. ’’Setelah pencarian yang sulit oleh militer, kami telah menemukan empat anak yang hilang setelah kecelakaan pesawat di Guaviare. Ini adalah kegembiraan bagi negara,’’ cuit Petro sebagaimana yang dikutip New York Post.
Namun, kisah luar biasa mereka tentang bisa bertahan hidup di Hutan Amazon, Kolombia, selama 17 hari belum bisa dikonfirmasi. Para pejabat di lapangan mengalami komunikasi yang buruk karena hujan deras terjadi sehingga belum ada kontak langsung dengan anak-anak tersebut.
Situasi menjadi simpang siur ketika angkatan bersenjata Kolombia belum dapat mengontak anak-anak tersebut karena kondisi cuaca dan medan yang sulit. Mereka tidak bisa memastikan berita penyelamatan tersebut. Kebenaran kabar bahwa anak-anak yang telah ditolong penduduk lokal itu belum bisa dikonfirmasi. Para tentara yang mencari anak-anak itu belum kembali.
Di pihak lain, operator pesawat lokal pemilik pesawat yang jatuh itu, Avianline, mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya juga telah menerima laporan bahwa anak-anak tersebut telah ditemukan. Salah seorang pilotnya yang mendarat di Cachiporro diberi tahu bahwa penduduk setempat telah dihubungi melalui radio dari lokasi terpencil bernama Dumar bahwa anak-anak tersebut telah ditemukan. Mereka akan dibawa dengan perahu ke Cachiporro. Itu adalah sebuah komunitas di dekat lokasi kecelakaan. (sha/c14/ttg)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
